Local Wisdom-Based Islamic Religious Education Model: Studies at Darul Hijrah Al-Aziziyyah Islamic Boarding School

Authors

  • Syukran Syukran Sekolah Tinggi Agama Islam Sepakat Segenep Kutacane
  • Muhammad Idris Maas Zaid Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Babussalam

DOI:

https://doi.org/10.61253/cendekiawan.v5i3.1263

Keywords:

Hidden Curriculum, Islamic Boarding School, Islamic Religious Education, Local Wisdom, Religious Moderation

Abstract

Islamic Religious Education (PAI) in pesantren (Islamic boarding schools) often faces challenges regarding relevance when Islamic values are taught purely textually, without connection to the local cultural context. This study aims to describe the model for integrating local wisdom into PAI instruction at Pesantren Darul Hijrah Al-Aziziyyah, identify the forms of local wisdom internalized, and analyze their impact on the students' character and religiosity. The study employs a qualitative approach with an ethnographic case study design. Data were collected through participant observation, in-depth interviews with the pesantren leader (pengasuh), religious teachers (ustaz), and students, as well as document analysis; the data were then analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The results indicate that the pesantren integrates traditions such as customary deliberation (musyawarah adat), local hadrah arts, communal cooperation (gotong-royong), and the local language into the PAI curriculum. This is achieved through strategies involving the contextualization of classical Islamic texts (kitab kuning), the habitual practice of culturally infused Islamic rituals, and the role-modeling of the kiai as a cultural figure. A unique finding of this study is the emergence of a "custom-based hidden curriculum" model, one that is not formally written down yet consistently shapes the students' religious moderation. The study recommends formalizing the documentation of this local wisdom-based curriculum to ensure its sustainability beyond reliance on the kiai alone, as well as developing similar models in other pesantren with different sociocultural characteristics.

References

Aziz, A., & Najmudin. (2024). Konstruksi pendidikan karakter pondok pesantren berbasis kearifan lokal di Banten. Jurnal Ilmiah Edukatif, 10(2), 122–131.

Hadisi, L., Tetambe, A. G., & Assingkily, M. S. (2024). Implementasi Peran Guru PAI dalam Membentuk Sikap Moderasi Beragama Siswa. Edu Society: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Pengabdian kepada Masyarakat, 4(3), 1895-1902. https://doi.org/10.56832/edu.v4i3.603.

Haidir, Hizbullah, M., Harahap, M. G., Ardat, & Harahap, A. (2023). Eksistensi pendidikan karakter Islami berbasis kearifan lokal dan relevansinya terhadap program Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Fitrah: Journal of Islamic Education, 4(2), 213–231. https://doi.org/10.53802/fitrah.v4i2.410

Husni, H. (2024). Pengembangan kurikulum PAI berbasis kearifan lokal. Al-Mikraj: Jurnal Studi Islam dan Humaniora, 4(2), 1334–1346. https://doi.org/10.37680/almikraj.v4i02.5231

Khatimah, H. (2024). Desain pembelajaran PAI berbasis kearifan lokal Mandar dalam menumbuhkan karakter religius pada peserta didik di MA BPII Pamboang [Tesis magister, IAIN Parepare]. Repositori IAIN Parepare.

Kholifah, A. (2022). Strategi pendidikan pesantren menjawab tantangan sosial di era digital. Jurnal Basicedu, 6(3), 4967–4978. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i3.2811

Kurniadi, D. (2023). Implementasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis multikultural di SMK. Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial, 2(1), 79–85. https://doi.org/10.58540/jipsi.v2i1.418

Mansir, F., Purnomo, H., & Tumin, T. (2020). Penerapan pembelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis sains budaya lokal di sekolah dan madrasah. Tarbawy: Indonesian Journal of Islamic Education, 7(1), 70–79. https://doi.org/10.17509/t.v7i1.23478

Mazid, S., Prasetyo, D., & Farikah, F. (2020). Nilai-nilai kearifan lokal sebagai pembentuk karakter masyarakat. Jurnal Pendidikan Karakter, 10(2), 129–140.

Muis, M. A., Hanisah, P., Wulandari, P. S., Mardhiah, A., & Alfiani, S. (2023). Mengukir kearifan lokal: Jejak pendidikan tradisional Raden Dewi Sartika perspektif Pendidikan Agama Islam. Jurnal Kajian Agama Islam, 7(12), 78–88.

Riza, S. (2022). Penguatan kearifan lokal dalam pembelajaran melalui pengembangan bahan ajar Pendidikan Agama Islam. Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam, 12(1), 131–148. https://doi.org/10.22373/jm.v12i1.13299

Rostiana, W. (2023). Strategi pengembangan bahan ajar Pendidikan Agama Islam berbasis kearifan lokal. Jurnal Pendidikan Profesi Guru Agama Islam, 3, 124–136.

Saputri, A. E., Sarpendi, & Rahmawati, Z. (2025). Pengembangan pembelajaran berbasis kearifan lokal pesantren dalam meningkatkan kompetensi santri putri di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 4(2), 416–419.

Sodik, M. A. (2021). Pendidikan Islam berbasis kearifan lokal: Studi dialektika agama dan budaya Tanah Perdikan Majan Tulungagung Jawa Timur [Disertasi doktor, UIN Sunan Ampel Surabaya]. Digital Library UIN Sunan Ampel.

Sutarno. (2021). Eksploring kearifan lokal dalam pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam Madrasah Diniyah Takmiliyah. Al-Thariqah: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 6(2), 187–205. https://doi.org/10.25299/al-thariqah.2021.vol6(2).8132

Syarif, Z., & Hannan, A. (2020). Kearifan lokal pesantren sebagai bangunan ideal moderasi Islam masyarakat Madura. Islamica: Jurnal Studi Keislaman, 14(2), 223–246.

Zaid, M. I. M., Rahman, A., Assingkily, M. S., & Simangunsong, S. (2026). Institutional Role Modeling: Muslim Character Formation in Children's Education. Edu Society: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Pengabdian kepada Masyarakat, 6(1), 23-35. https://doi.org/10.56832/edu.v6i1.2755.

Downloads

Published

2026-09-15

How to Cite

Syukran, S., & Zaid, M. I. M. (2026). Local Wisdom-Based Islamic Religious Education Model: Studies at Darul Hijrah Al-Aziziyyah Islamic Boarding School. Cendekiawan : Jurnal Pendidikan Dan Studi Keislaman, 5(3), 1086–1092. https://doi.org/10.61253/cendekiawan.v5i3.1263