Rekonstruksi Moderasi Beragama Perspektif Al-Ghazali: Manifestasi Etika Spiritual sebagai Strategi Deradikalisasi
DOI:
https://doi.org/10.61253/cendekiawan.v5i2.999Keywords:
Al-Ghazali, Deradikalisasi, Etika Spiritual, Moderasi Beragama, Tazkiyatun NafsAbstract
Radikalisme agama kontemporer sering kali didekati melalui perspektif keamanan (security approach) yang bersifat formalistik, namun pendekatan ini kerap gagal menyentuh akar permasalahan yang bersifat epistemologis dan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi konsep moderasi beragama melalui pemikiran Imam Al-Ghazali, dengan menitikberatkan pada manifestasi etika spiritual sebagai strategi deradikalisasi. Metode yang digunakan adalah kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research) dengan teknik analisis hermeneutika filosofis terhadap karya monumental Ihya’ Ulumuddin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa radikalisme merupakan manifestasi dari "penyakit hati" (amradz al-qulub) dan ketidakseimbangan daya jiwa. Al-Ghazali menawarkan tiga pilar utama dalam deradikalisasi: Muhasabah (introspeksi untuk meruntuhkan arogansi teologis), Mahabbah (cinta kasih untuk menghapus kebencian terhadap liyan), dan Riyadhah al-Nafs (pelatihan jiwa untuk menjinakkan agresivitas). Kebaruan penelitian ini terletak pada sintesis antara dimensi psikologi-sufistik dengan upaya deradikalisasi modern. Disimpulkan bahwa moderasi yang efektif tidak dapat dipaksakan melalui regulasi luar, melainkan harus tumbuh secara organik melalui transformasi batin dan kesehatan mental-spiritual, sehingga mampu menciptakan ketahanan ideologis yang permanen dan substantif.References
Al-Ghazali, I. (1963). Ihya’ ulumuddin (M. K. Amrullah, Penerjemah).
Anggito, A., & Albi, J. S. (2018). Metodologi penelitian kualitatif. Jejak Publisher.
Arif, K. M. (2020). Moderasi Islam (Wasathiyah Islam) perspektif Al-Qur’an, As-Sunnah serta pandangan para ulama dan fuqaha. Al-Risalah: Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam, 11(1), 22–43. https://doi.org/10.34005/alrisalah.v11i1.592
Efendi, T., & Hambali, R. Y. A. (2023). Relevansi konsep filsafat jiwa Tazkiyyatun Nafs Imam Al Ghazali terhadap degradasi moral generasi hari ini. Gunung Djati Conference Series, 19, 541-552. https://conferences.uinsgd.ac.id/index.php/gdcs/article/view/1331
Farid, M. (2018). Fenomenologi: Dalam penelitian ilmu sosial. Kencana.
Fatmawati. (2023). Transformasi gerakan radikalisme menuju moderasi beragama. Kuriositas: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan, 16 (1), 77–90. https://doi.org/10.35905/kur.v16i1.6670
Imaduddin, M., & Iman, M. T. (2025). Moderasi beragama dalam perspektif etika Al-Ghazali: Jalan tengah antara eksklusivisme dan liberalisme beragama. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran, 8 (3), 7229–7236. http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jrpp/article/view/39904
Mukhtasar ihya’ ulumuddin (Z. H. Abdullah, Penerjemah). (2007). Pustaka Amani. (Tidak memiliki DOI karena merupakan buku fisik).
Syahril, dkk. (2019). Literasi paham radikalisme di Indonesia. CV. Zigie Utama.
Zamhariroh, N. M., Azis, A. R., & Nata, B. R. (2024). Relevansi pemikiran pendidikan Al-Ghazali dengan pendidikan Islam kontemporer tentang keseimbangan intelektual dan spiritual. Kariman, 12 (2), 169–181. https://doi.org/10.52185/kariman.v12i2.569
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Sholihin Sholihin, Siswanto Siswanto, Atiqullah Atiqullah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
All names and e-mail address that stated in this Journal portal specifically will be used for journal publication purposes and will be not used for other purposes or any irresponsible parties








