Analisis Kebutuhan Pengembangan e-Modul Sejarah Kebudayaan Islam Berbasis Google Sites untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Madrasah Tsanawiyah Samarinda
DOI:
https://doi.org/10.61253/abdicendekia.v5i2.909Kata Kunci:
E-Modul, Google Sites, Hasil Belajar, Research and Development, Sejarah Kebudayaan IslamAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan E-Modul Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) berbasis Google Sites sebagai solusi inovatif untuk meningkatkan hasil belajar siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Samarinda. Subjek penelitian meliputi guru SKI dan siswa kelas VII, VIII, dan IX. Data dikumpulkan melalui angket, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka, kemudian dianalisis dengan teknik statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pembelajaran SKI masih didominasi metode ceramah dan bahan ajar cetak, sehingga siswa merasa bosan dan kurang aktif; (2) prestasi belajar siswa pada mata pelajaran SKI masih rendah; (3) faktor internal seperti minat, motivasi, dan variasi gaya belajar belum terfasilitasi secara optimal; (4) siswa memiliki kesiapan teknologi yang tinggi, dengan lebih dari 80% terbiasa menggunakan perangkat digital dan internet untuk belajar; (5) baik guru maupun siswa menunjukkan kebutuhan yang sangat kuat terhadap pengembangan E-Modul SKI berbasis Google Sites, dengan persentase dukungan mencapai lebih dari 90%. Integrasi data kuantitatif dan kualitatif memperkuat kesimpulan bahwa pengembangan E-Modul SKI berbasis Google Sites sangat diperlukan. Media ini dinilai mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih interaktif, fleksibel, dan kontekstual, sekaligus mendukung pembelajaran mandiri dan kolaboratif. Dengan demikian, E-Modul SKI berbasis Google Sites merupakan solusi relevan dan mendesak untuk meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan hasil belajar siswa MTs di Samarinda.
Referensi
Al-Attas, M. N. (1980). The concept of education in Islam. Muslim Youth Movement of Malaysia Kuala Lumpur.
Briggs, L. J. (1991). Instructional design: Principles and applications. Educational Technology.
Burns, P. K., & Bozeman, W. C. (1981). Computer-assisted instruction and mathematics achievement: Is there a relationship? Educational Technology, 21(10), 32–39.
Firda Amalia Thoyibah. (n.d.). Analisis Materi Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Di Madrasah. Retrieved December 2, 2025, from https://www.jurnal-stainurulfalahairmolek.ac.id/index.php/ojs/article/view/197/185
Johnson, C. I., & Mayer, R. E. (2009). A testing effect with multimedia learning. Journal of Educational Psychology, 101(3), 621.
Johnson, E. B. (2002). Contextual teaching and learning: What it is and why it’s here to stay. Corwin Press.
Knowles, M. S. (1975). Self-directed learning: A guide for learners and teachers. The Adult Ed Ucation Company.
Mohamad Khoerul Anam & Sunhaji. (2025). Pemanfaatan Teknologi Dalam Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Di Mts Menuju Pendidikan Islam Yang Inklusif Dan Bermakna. Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(2).
Pendidikan, K., & Kebudayaan, R. (2017). Panduan Praktis Penyusunan E-Modul Pembelajaran. Direktorat Pembinaan SMA, Ditjen Pendidikan Dasar Dan Menengah. Jakarta: DPSMA.
Sartika, D. (2023). Peningkatan Kualitas Pembelajaran Ski Di Madrasah Melalui Pemanfaatan Multimedia Berbasis Digital. Pedagogik: Jurnal Pendidikan Dan Riset, 1(2).
Siemens, G. (2004). Elearnspace. Connectivism: A learning theory for the digital age. Elearnspace. Org, 14–16.
Sugiyono, D. (2015). Statistika untuk penelitian [Statistic for research]. Alfabeta, Bandung (2012.)(in Bahasa Indonesia).
Sukardi, H. (2021). Metodologi Penelitian Pendidikan: Kompetensi Dan Praktiknya (Edisi Revisi). Bumi Aksara.
Suseno, S., Vebrianto, R., & Anwar, A. (2025). Problematika Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Kelas VII MTsN 1 Bengkalis: Analisis Kesulitan Siswa dalam Memahami Materi dan Solusinya. Jurnal Studi Guru Dan Pembelajaran, 8(2), 937–951.
Wahyuni, A. D., & Nur Fajri, U. H. (2020). Implementasi E-Learning Sejarah Kebudayaan Islam Pada Masa Pandemi COVID-19 Di MTsN 4 Gunungkidul. Nuansa Akademik: Jurnal Pembangunan Masyarakat, 5(2), 131–140. https://doi.org/10.47200/jnajpm.v5i2.915
Wineburg, S. (2010). Historical thinking and other unnatural acts. Phi Delta Kappan, 92(4), 81–94.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 M. Isro’ Zainuddin, Aam Amaliatus Sholihah, Rahmadi Wirantanus, Umar Fauzan, Muhamad Mustaqim

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.

