Pengembangan Buku Panduan Konseling Berbasis Neurofeedback untuk Meningkatkan Kesiapan Belajar Anak Tunagrahita
DOI:
https://doi.org/10.61253/jcgcs.v5i3.1312Kata Kunci:
Kesiapan Belajar, Neurofeedback, Visual ImageryAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku panduan konseling berbasis neurofeedback dengan teknik visual imagery untuk meningkatkan kesiapan belajar anak tunagrahita ringan serta menguji kelayakan, kepraktisan, keberterimaan, dan pengaruhnya. Penelitian ini menggunakan model pengembangan 4D yang terdiri atas tahap Define, Design, Develop, dan Disseminate dengan subjek tiga siswa tunagrahita ringan di SLB Negeri 2 Buleleng. Produk divalidasi oleh enam orang ahli menggunakan indeks Aiken's V, diuji kepraktisannya oleh dua orang guru, dan diuji keberterimaannya menggunakan Semantic Differential Scale. Pengaruh intervensi diuji menggunakan desain Single Subject Research berdasarkan data Electroencephalography berupa Rasio Theta/Beta. Hasil penelitian menunjukkan rerata indeks Aiken's V sebesar 0,93 yang tergolong validitas sangat tinggi, hasil uji kepraktisan sebesar 0,90 yang tergolong sangat tinggi, serta respons keberterimaan yang positif dari ketiga subjek. Analisis Single Subject Research menunjukkan kecenderungan Rasio Theta/Beta yang menurun secara konsisten pada ketiga subjek, dengan overlap data sebesar 50% pada Subjek 1 dan 0% pada Subjek 2 dan Subjek 3, yang mengindikasikan adanya pengaruh intervensi terhadap aktivitas gelombang otak yang berkaitan dengan fokus, perhatian, dan kesiapan belajar, meskipun besar pengaruh bervariasi antar-subjek. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa buku panduan yang dikembangkan dapat digunakan sebagai media pendukung bagi guru dan konselor dalam membantu meningkatkan kesiapan belajar anak tunagrahita ringan.
Referensi
Abdollahi, M., & Rahimi, L. L. (2014). Neurofeedback effectiveness on the learning skills of elementary school students.
Aini, N., Anwar, S., Amalia, S., & Dongoran, R. (2024). Urgensi bimbingan konseling untuk anak berkebutuhan khusus (tunagrahita) di sekolah inklusi. Counselia: Jurnal Bimbingan Konseling Pendidikan Islam, 5(1), 239–246.
Arns, M., Heinrich, H., & Strehl, U. (2014). Evaluation of neurofeedback in ADHD: The long and winding road. Biological Psychology, 95, 108–115.
Awalia, R. (2025). Metode pembelajaran anak tuna grahita yang berkebutuhan khusus (tuna grahita) di SLB Negeri Dompu. Pendas: Jurnal Pendidikan Dasar, 3(1), 55–60.
Bungin, B. (2011). Metodologi penelitian kuantitatif: Komunikasi, ekonomi, dan kebijakan publik serta ilmu sosial lainnya. Kencana.
Dayana, E. (2024). Upaya guru bimbingan konseling dalam mengatasi kesulitan belajar peserta didik tunagrahita di SMP Negeri 3 Pangkalpinang [Disertasi doktoral, Institut Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik].
Hammond, D. C. (2007). Neurofeedback for the enhancement of athletic performance and physical balance. Journal of the American Board of Sport Psychology, 1, 1–9.
Huda, F. I. H. (2022). Pembentukan karakter religius berbasis neurosains: Konstruksi upaya guru dalam pembelajaran pendidikan agama Islam. Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah, 7(2), 491–502.
Kerson, C., Sherman, R. A., & Kozlowski, G. P. (2012). Neurofeedback: A comprehensive review on system design, methodology and clinical applications. Nova Science Publishers.
Kim, N. I. (2021). Effect of neurofeedback training on executive functioning in children with developmental disabilities. Journal of Special Education & Rehabilitation Science, 60(2), 109–124.
Kimura, I., Noyama, H., Onagawa, R., Takemi, M., Osu, R., & Kawahara, J. (2024). Efficacy of neurofeedback training for improving attentional performance in healthy adults: A systematic review and meta-analysis. Imaging Neuroscience, 2, imag-2-00053.
Kouijzer, M. E. J., de Moor, J. M. H., Gerrits, B. J. L., Congedo, M., & van Schie, H. T. (2009). Neurofeedback improves executive functioning in children with autism spectrum disorders. Research in Autism Spectrum Disorders, 3(1), 145–162.
Limas, N. N., Anggraeni, A., Aliansi, A. P., & Wijaya, S. (2024). Mengenal lebih dekat anak berkebutuhan khusus tunagrahita. Sulawesi Tenggara Educational Journal, 4(3), 159–165.
Nazari, M. A., Mosanezhad, E., Hashemi, T., & Jahan, A. (2011). The effectiveness of neurofeedback training on EEG coherence and neuropsychological functions in children with reading disability. Clinical EEG and Neuroscience, 42(4), 315–322.
Nugroho, R., & Prasetya, D. (2020). Pendekatan konseling berbasis neurosains untuk meningkatkan fungsi kognitif anak tunagrahita. Jurnal Pendidikan Khusus, 7(1), 25–40.
Partadireja, H. A. (2020). Perancangan pusat terapi untuk anak berkebutuhan khusus di Yogyakarta dengan pendekatan biophilic design [Skripsi, Universitas Islam Indonesia].
Putra, A. B. (2024). Nilai-nilai penguatan pendidikan karakter berbasis neurosains dalam pembelajaran akidah akhlak di SD Negeri Serayu. Islamic Counseling: Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 8(1), 75–92.
Rahmah, M. (2020). Efektivitas neurofeedback training terhadap emosi dan interaksi sosial pada anak autis [Tesis, Universitas Medan Area].
Saleleu, I. S., & Gea, M. A. (2024). Pendekatan pastoral konseling model dalam menangani anak berkebutuhan khusus dalam perspektif Filipi 4:13. Coram Mundo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, 6(1), 173–182.
Sari, A. P., & Wibowo, T. (2021). Efektivitas konseling berbasis neurosains dalam meningkatkan kesiapan belajar anak berkebutuhan khusus. Jurnal Psikologi Pendidikan, 8(2), 45–58.
Schoneveld, E. A., Malmberg, M., Lichtwarck-Aschoff, A., Verheijen, G. P., Engels, R. C. M. E., & Granic, I. (2016). A neurofeedback video game (MindLight) to prevent anxiety in children: A randomized controlled trial. Computers in Human Behavior, 63, 321–333.
Sekarani, F., Zakiyyah, N., Rahmania, T., & Meilana, S. F. (2025). Analisis faktor penyebab disabilitas pada anak berkebutuhan khusus (ABK). Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(1), 1255–1263.
Shim, H., Gibbs, L., Rush, K., Ham, J., Kim, S., Kim, S., & Choi, I. (2023). Neural mechanisms related to the enhanced auditory selective attention following neurofeedback training: Focusing on cortical oscillations. Applied Sciences, 13(14), 8499.
Shin, J. E., Kim, Y. G., & Weon, H. (2020). Effect of prefrontal neurofeedback training on the attention and sleep of adolescents. Journal of Korean Academy of Child Health Nursing, 26(1), 32–39.
Sukartidana, I. N., & Syahroni, M. (2025). Pengaruh latihan imagery terhadap peningkatan kepercayaan diri dan konsentrasi siswa ekstrakurikuler bola voli di SMPN 2 Gunungsari. Journal Sport Science, Health and Tourism of Mandalika (Jontak), 6(1), 72–82.
Sunanto, J., Hardjito, S., & Saud, U. S. (2005). Panduan penelitian subjek tunggal. UPI Press.
Thibault, R. T., Lifshitz, M., Birbaumer, N., & Raz, A. (2018). Neurofeedback, self-regulation, and brain imaging: Clinical science and fad in the service of mental disorders. Psychotherapy and Psychosomatics, 87(4), 193–207.
Thompson, L., & Thompson, M. (2005). Neurofeedback intervention for adults with ADHD. Journal of Adult Development, 12(2–3), 123–130.
Vernon, D., Egner, T., Cooper, N., Compton, T., Neilands, C., Sheri, A., & Gruzelier, J. (2004). The effect of training distinct neurofeedback protocols on aspects of cognitive performance. International Journal of Psychophysiology, 55(1), 75–85.
Yakup, R., & Suyadi, S. (2023). Otak karakter: Model pendidikan karakter berbasis neurosains. Gema Wiralodra, 14(1), 228–236.
Yuniarni, D., & Amalia, A. (2022). Pengembangan buku saku panduan layanan inklusi untuk anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(6), 6710–6722.
Zuschaiya, D., Wari, E., Agustina, Y., & Lailiyah, S. (2021). Pengaruh kesiapan belajar dan kemampuan berhitung terhadap hasil belajar matematika. JPMI (Jurnal Pembelajaran Matematika Inovatif), 4(3), 517–528.
