Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Masyarakat melalui Edukasi dan Pelatihan Pembuatan Repellent Alami Berbahan Serai

Penulis

  • Thoriq Ardian Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan
  • Syauqi Mahdi Nasution Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan
  • Ayu Anggraini Hulu Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan
  • Hudana Isra Aulia Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan
  • Budi Budi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan

DOI:

https://doi.org/10.61253/jcgcs.v5i3.1309

Kata Kunci:

Keterampilan, Pemberdayaan Masyarakat, Pengembangan Produk, SERASI (Serai Inovasi)

Abstrak

Pemanfaatan bahan lokal menjadi produk bernilai guna memerlukan pengetahuan, pengalaman praktik, dan pemahaman dasar mengenai pengembangan produk. Program SERASI (Serai Inovasi) dirancang sebagai kegiatan edukasi dan praktik pemanfaatan serai yang mengintegrasikan pengenalan bahan, pengembangan produk, branding, labeling, dan target pasar. Kegiatan ini bertujuan mengevaluasi perubahan pengetahuan serta menggambarkan keterampilan dan respons peserta setelah mengikuti program SERASI di Desa Nainggolan. Evaluasi menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one-group pretest-posttest pada 54 peserta perempuan. Pengetahuan diukur menggunakan 20 butir soal sebelum dan sesudah kegiatan, sedangkan keterampilan dinilai melalui lima indikator observasi dan respons peserta melalui 15 pernyataan skala 1–4. Perubahan skor pengetahuan dianalisis menggunakan Wilcoxon signed-rank test karena distribusi skor perubahan tidak memenuhi asumsi normalitas. Rerata skor pengetahuan meningkat dari 84,26 ± 9,78 pada pre-test menjadi 93,15 ± 5,93 pada post-test, dengan perubahan rata-rata 8,89 ± 5,29 poin. Sebanyak 48 peserta mengalami peningkatan, lima tidak berubah, dan satu mengalami penurunan; perbedaan skor terdeteksi secara statistik (Z = -6,13; p < 0,001; r = 0,83). Seluruh domain materi mengalami peningkatan, dengan perubahan terbesar pada potensi dan pemanfaatan serai sebesar 14,07 poin. Keterampilan yang teramati memiliki rerata 79,26 ± 9,54 pada skala 0–100, sedangkan respons peserta mencapai 3,70 ± 0,22 pada skala 1–4. Hasil menunjukkan adanya perubahan positif pada pengetahuan setelah kegiatan, disertai keterampilan praktik yang teramati dan respons peserta yang positif. Temuan tetap perlu ditafsirkan sesuai desain tanpa kelompok kontrol sehingga belum mendukung kesimpulan kausal.

Referensi

Arsalan, A., dkk. (2026). Uji Efektivitas Minyak Atsiri Serai Wangi (Cymbopogon nardus) terhadap Penurunan Angka Kuman Udara Ruangan. Jurnal Kesehatan Lingkungan dan Sanitasi, 5(1), 15–24.

Astuti, R., & Wibowo, A. (2021). Pemanfaatan Bahan Alami sebagai Repellent Nyamuk dalam Pencegahan DBD. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 16(2), 88-95.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Samosir. (2025). Kabupaten Samosir Dalam Angka 2025. BPS Kabupaten Samosir.

Fitriani, L. (2023). Pemberdayaan ekonomi perempuan perdesaan melalui usaha mikro berbasis bahan baku lokal. Jurnal Ekonomi dan Sosial Desa, 9(2), 115–124.Mesran, M., Suginam, S., Wardayani, W., Sari, D. P., Fadillah, R., Kamal, M. I. B. A., Rosnizam, R., & Siregar, D. (2026).

Enhancing Digital Marketing Skills and Business Innovation to Increase Competitiveness and Household Income of Home-Based Workers. Journal of Social Responsibility Projects by Higher Education Forum, 7(1), 10-17. https://doi.org/10.47065/jrespro.v7i1.10774.

Kementerian Kesehatan RI. (2023). Profil Kesehatan Indonesia 2022. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kusrini, N. (2021). Kandungan Kimia dan Manfaat Minyak Atsiri Serai Wangi (Cymbopogon nardus) sebagai Biopestisida. Jurnal Pertanian dan Hasil Alam, 13(2), 70–78.

Nadia, N., dkk. (2025). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pendampingan Usaha Mikro Rumah Tangga dalam Peningkatan Ekonomi Keluarga. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 9(2), 101–112.

Patty, R., dkk. (2026). Analisis Senyawa Aktif dan Formulasi Minyak Serai Wangi sebagai Disinfektan dan Repellent Alami. Jurnal Kimia Terapan dan Hasil Pertanian, 4(1), 33–42

Rahmadani, S., Lubis, M., & Nasution, H. (2022). Pemanfaatan Ekstrak Serai dalam Penanggulangan Vektor Nyamuk. Jurnal Sanitasi Lingkungan, 10(1), 22–31.

Widyastuti, R., & Handayani, T. (2021). Pembuatan Lilin Aromaterapi Berbahan Minyak Serai untuk Kesehatan Lingkungan. Jurnal Pengabdian Kesehatan, 3(2), 65–72.

Unduhan

Diterbitkan

2026-10-12

Cara Mengutip

Ardian, T., Nasution, S. M., Hulu, A. A., Aulia, H. I., & Budi, B. (2026). Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Masyarakat melalui Edukasi dan Pelatihan Pembuatan Repellent Alami Berbahan Serai. Journal of Contemporary Gender and Child Studies, 5(3), 1562–1578. https://doi.org/10.61253/jcgcs.v5i3.1309