Story Telling untuk Stimulasi Anak Speech Delay
DOI:
https://doi.org/10.61253/jcgcs.v5i2.1071Kata Kunci:
Anak Usia Dini, Kemampuan Bahasa Anak, Speech Delay, Stimulasi Anak, Story TellingAbstrak
Speech delay merupakan salah satu gangguan perkembangan bahasa yang menyebabkan kemampuan berbicara anak belum berkembang sesuai dengan tahap usianya. Kondisi ini dapat memengaruhi kemampuan komunikasi, interaksi sosial, serta kesiapan belajar anak apabila tidak memperoleh stimulasi yang tepat. Salah satu bentuk stimulasi bahasa yang dapat diterapkan adalah metode storytelling karena memberikan kesempatan kepada anak untuk mendengar, meniru, memahami, dan mengungkapkan kembali kosakata melalui kegiatan bercerita. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan storytelling sebagai stimulasi bahasa pada anak usia 5 tahun yang mengalami speech delay serta mengetahui bentuk dukungan yang diberikan oleh guru dan orang tua dalam meningkatkan kemampuan komunikasi anak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Penelitian dilaksanakan di TK Al Azhar Pagendingan Galis Pamekasan dengan subjek seorang anak usia 5 tahun yang mengalami speech delay. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan storytelling yang dilaksanakan tiga kali dalam seminggu menggunakan buku cerita bergambar mampu meningkatkan respons anak selama proses pembelajaran. Anak menjadi lebih fokus, mulai berani menirukan kosakata, menjawab pertanyaan sederhana, serta menunjukkan perkembangan kemampuan berbicara dari belum mampu mengucapkan kalimat menjadi mampu mengucapkan kalimat sederhana secara bertahap. Keberhasilan stimulasi juga didukung oleh keterlibatan guru dan orang tua yang secara konsisten menerapkan kegiatan bercerita di sekolah maupun di rumah. Dengan demikian, storytelling dapat menjadi salah satu alternatif stimulasi yang efektif untuk membantu mengembangkan kemampuan bahasa anak usia dini yang mengalami speech delay.Referensi
Fajari, F. W. U., & Zulkarnaen, Z. (2023). Implementasi perkembangan bahasa anak usia 5–6 tahun melalui metode bercerita. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(6), 7933–7939. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i6.5737
Handayani, A. W., Chandra, A., & Sulianto, J. (2022). Perkembangan bahasa anak usia 4–5 tahun ditinjau dari aspek fonetik dan aspek semantik. Generasi Emas: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 5(1), 1–7. https://doi.org/10.25299/ge:jpiaud.2022.vol5(1).8805
Khairiah, D. dkk (2025). Keterampilan bercerita anak usia dini. Wawasan Ilmu.
Rahmah, F., Kotrunnada, S. A., Purwati, P., & Mulyadi, S. (2023). Penanganan speech delay pada anak usia dini melalui terapi wicara. As-Sibyan: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 8(1), 99–110. https://doi.org/10.32678/assibyan.v8i1.9314
Rambe, A. M., Sumadi, T., & Meilani, R. S. M. (2021). Peranan storytelling dalam pengembangan kemampuan berbicara pada anak usia 4–5 tahun. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 2134–2145. https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i2.1121
Sahadatunnisa, A., Darmiyanti, A., & Munafiah, N. U. (2023). Meningkatkan kemampuan bahasa anak melalui metode bercerita pada anak usia 5–6 tahun. AS-SABIQUN, 5(1), 262–273. https://doi.org/10.36088/assabiqun.v5i1.2778
Solichah, N., & Hidayah, R. (2022). Digital Storytelling untuk Kemampuan Bahasa Anak. JIP (Jurnal Intervensi Psikologi), 14(2). https://doi.org/10.20885/intervensipsikologi.vol14.iss2.art5
Sudarti, S., Yuniarti, Y., & Yulita, K. (2023). Efektivitas Metode Storytelling Menggunakan Hasil Karya untuk Meningkatkan Kemampuan Berbicara Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(3). https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i3.4593
Yuswati, H., & Setiawati, F. A. (2022). Peran orang tua dalam mengembangkan bahasa anak pada usia 5–6 tahun. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(5), 5029–5040. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i5.2908.
