Strategi Komunikasi Da’i Muda Generasi Z dalam Aktivitas Dakwah di Rantauprapat Sumatera Utara

Penulis

  • Syaiful Iman Zuhri Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan
  • Mohd. Rafiq Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

DOI:

https://doi.org/10.61253/abdicendekia.v5i2.940

Kata Kunci:

Da’i Muda, Dakwah Digital, Generasi Z, Rantauprapat, Strategi Komunikasi

Abstrak

Penelitian ini menganalisis strategi komunikasi da’i muda Generasi Z dalam aktivitas dakwah di Rantauprapat. Fokus penelitian tidak hanya diarahkan pada penggunaan media digital, tetapi juga pada cara da’i muda merumuskan pesan, memilih gaya komunikasi, membangun kedekatan dengan mad’u, mengintegrasikan dakwah luring dan daring, serta menjaga kredibilitas religius. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap empat da’i muda di Rantauprapat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi da’i muda Gen Z terbentuk melalui lima dimensi yang saling berkaitan, yaitu mengenali karakter mad’u, menyederhanakan pesan agama tanpa melemahkan substansi, menggunakan gaya santai, humoris, reflektif, akademis, dan komunikatif, memadukan media sosial dengan dakwah tatap muka, serta menjaga kredibilitas melalui adab, akhlak, keilmuan, keikhlasan, dan konsistensi perilaku. Strategi dakwah tersebut berakar pada prinsip komunikasi Islam seperti qaulan sadidan, qaulan baligha, qaulan layyinan, qaulan ma’rufa, dan qaulan maysura, serta metode dakwah bil hikmah, mau’izah hasanah, bil lisan, bil hal, dan bil qalam. Media sosial memperluas visibilitas dan akses dakwah, tetapi juga menuntut kontrol etis agar aktivitas dakwah tidak bergeser menjadi sekadar pencitraan diri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi komunikasi da’i muda Gen Z di Rantauprapat bersifat adaptif, dialogis, dan hibrid karena memadukan nilai Islam, legitimasi sosial lokal, budaya anak muda, dan budaya digital.

Referensi

Afifi, S., & Kurniawan, I. N. (2021). Ragam komunikasi verbal dalam Al-Qur’an. Jurnal Komunikasi, 15(2), 153-170. https://doi.org/10.20885/komunikasi.vol15.iss2.art6

Aliyudin, A. (2010). Prinsip-prinsip metode dakwah menurut Al-Qur’an. Jurnal Ilmu Dakwah, 4(15), 181-196.

APJII. (2024). APJII jumlah pengguna internet Indonesia tembus 221 juta orang. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia. https://apjii.or.id/berita/d/apjii-jumlah-pengguna-internet-indonesia-tembus-221-juta-orang

Aziz, M. A. (2019). Ilmu dakwah (Edisi revisi). Kencana.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Labuhanbatu. (2026). Kabupaten Labuhanbatu dalam angka 2026. BPS Kabupaten Labuhanbatu. https://labuhanbatukab.bps.go.id/id/publication/2026/02/27/28d02525726584544fffde09/kabupaten-labuhanbatu-dalam-angka-2026.html

Berger, P. L., & Luckmann, T. (1991). The social construction of reality: A treatise in the sociology of knowledge. Penguin Books.

Campbell, H. A. (2013). Digital religion: Understanding religious practice in new media worlds. Routledge.

Cangara, H. (2017). Perencanaan dan strategi komunikasi. Rajawali Pers.

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Effendy, O. U. (2017). Ilmu komunikasi: Teori dan praktek. Remaja Rosdakarya.

Goffman, E. (1959). The presentation of self in everyday life. Anchor Books.

Hoover, S. M. (2006). Religion in the media age. Routledge.

Ilaihi, W. (2010). Komunikasi dakwah. Remaja Rosdakarya.

Jalaluddin, M., Siskawati, I., Kudrotullah, A., Uyun, N., & Eletmany, M. R. (2024). Social media da’wah to deepen the religious understanding of Generation Z. Syiar: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam, 4(2), 173-184. https://doi.org/10.54150/syiar.v4i2.633

Kemp, S. (2025). Digital 2025: Indonesia. DataReportal. https://datareportal.com/reports/digital-2025-indonesia

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Munir, M., & Ilaihi, W. (2021). Manajemen dakwah. Kencana.

Sholihah, R. A., & Rohmatulloh, D. M. (2023). ‘Morning slaps’ da’wah: A study on @taqy_malik Instagram account registers. Intellectual Discourse, 31(2), 551-574. https://doi.org/10.31436/id.v31i2.1914

Syahgita, N. K., & Aripin, S. (2025). Pemanfaatan media sosial sebagai sarana dakwah dan pendidikan Islam bagi Generasi Z dalam perspektif etika dakwah digital. Ta’lif: Jurnal Pendidikan dan Agama Islam, 1(3), 160-173. https://purpendijournal.com/index.php/talif/article/view/73

Trysnes, I., & Synnes, R. M. (2022). The role of religion in young Muslims’ and Christians’ self-presentation on social media. Young, 30(3), 281-296. https://doi.org/10.1177/11033088211063368

Virga, R. L., Shovmayanti, N. A., Yusoff, R. M., & Rosa, N. (2025). Yuk Ngaji: Digitalization of Generation Z’s religious activities on Instagram account. Al-Balagh: Jurnal Dakwah dan Komunikasi, 10(1), 149-184. https://doi.org/10.22515/albalagh.v10i1.11024

Widiyanto, V., Sarjono, J., & Widoyo, A. F. (2024). Strategi dakwah bil-lisan bagi masyarakat pedesaan: Studi pada pengajian rutin Mushola An-Nur Bakalan Karangpandan. Pawarta: Journal of Communication and Da’wah, 2(2), 91-100. https://doi.org/10.54090/pawarta.574

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-30

Cara Mengutip

Zuhri, S. I., & Rafiq, M. (2026). Strategi Komunikasi Da’i Muda Generasi Z dalam Aktivitas Dakwah di Rantauprapat Sumatera Utara. Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(2), 2366–2377. https://doi.org/10.61253/abdicendekia.v5i2.940

Terbitan

Bagian

Artikel