Peran Komunikasi Islam dalam Mencegah Ujaran Kebencian Berbasis Agama di Media Sosial

Penulis

  • Noravita Lubis Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan
  • Mohd. Rafiq Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

DOI:

https://doi.org/10.61253/abdicendekia.v5i2.924

Kata Kunci:

Agama, Etika Digital, Komunikasi Islam, Media Sosial, Ujaran Kebencian

Abstrak

Ujaran kebencian berbasis agama di media sosial menjadi persoalan penting dalam masyarakat digital karena dapat memperkuat prasangka, memicu polarisasi, dan merusak hubungan antarumat beragama. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran komunikasi Islam dalam mencegah ujaran kebencian berbasis agama di media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan. Sumber data diperoleh dari jurnal nasional terindeks minimal SINTA 3 dan jurnal internasional bereputasi yang terbit dalam rentang 2021 sampai 2026. Data dianalisis menggunakan analisis isi tematik dengan menelaah konsep komunikasi Islam, ujaran kebencian digital, dakwah media sosial, literasi digital, dan etika komunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi Islam memiliki peran etis, preventif, edukatif, dan korektif. Prinsip qaulan sadidan, qaulan ma‘rufan, qaulan layyinan, tabayyun, hifz al-lisan, dan ukhuwah dapat digunakan sebagai dasar pembentukan perilaku komunikasi digital yang jujur, santun, hati-hati, dan bertanggung jawab. Penelitian ini juga menemukan bahwa pencegahan ujaran kebencian berbasis agama tidak cukup dilakukan melalui deteksi otomatis dan moderasi konten. Pencegahan perlu diperkuat melalui etika komunikasi Islam yang dapat diterapkan pada tahap menerima informasi, memahami konteks, menulis respons, membagikan pesan, dan mengoreksi konflik digital. Penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi Islam dapat dikembangkan sebagai model etika digital yang relevan melalui verifikasi informasi, pengendalian bahasa, penguatan literasi digital, penyusunan kontra narasi damai, dan peningkatan tanggung jawab sosial pengguna media sosial.kontra narasi damai, serta peningkatan tanggung jawab sosial pengguna media sosial.

Referensi

Alhakim, A., Situmeang, A., Tan, D., & Febriyani, E. (2024). The link between hate speech and terrorism: A critical analysis of Indonesia’s legal framework. Nurani: Jurnal Kajian Syari’ah dan Masyarakat, 24(2), 375-390. https://doi.org/10.19109/nurani.v24i2.22058

Arisanty, M., Riady, Y., Kharis, S. A. A., Sukatmi, S., Zubir, E., & Ajmal, M. (2024). Creative digital literacy in reducing war flaming on social media. Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi, 8(2), 1-20. https://doi.org/10.15575/cjik.v8i2.40154

Asshiddiq, A. A., & Akil, M. A. (2025). Digital da’wah: Content analysis on the Instagram platform @pesantrenal_junaidiyah. Palakka: Media and Islamic Communication, 6(1), 85-99. https://doi.org/10.30863/palakka.v6i1.9102

Furqan, Abdullah, & Sahrul. (2025). Communication styles and organizational da’wah practices of the Jama’ah Tabligh in mitigating hate speech. Islamic Communication Journal, 10(2), 373-396. https://doi.org/10.21580/icj.2025.10.2.28376

Hanipah, H., Djou, D. N., & Muslimin. (2025). When intolerant language crowds the feed: How digital discourses reconstruct religious freedom in Indonesia. Harmoni, 24(2), 281-298. https://doi.org/10.32488/harmoni.v24i2.929

Ibrohim, M. O., & Budi, I. (2023). Hate speech and abusive language detection in Indonesian social media: Progress and challenges. Heliyon, 9(8), Article e18647. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2023.e18647

Irwanto, I., Bahfiarti, T., & Unde, A. A. (2025). Information disorder and symbolic violence in social media: A narrative literature review of Indonesian adolescents’ digital communication. Palakka: Media and Islamic Communication, 6(1), 1-20. https://doi.org/10.30863/palakka.v6i1.8226

Jahan, M. S., & Oussalah, M. (2023). A systematic review of hate speech automatic detection using natural language processing. Neurocomputing, 546, Article 126232. https://doi.org/10.1016/j.neucom.2023.126232

Kovács, G., Alonso, P., & Saini, R. (2021). Challenges of hate speech detection in social media: Data scarcity, and leveraging external resources. SN Computer Science, 2, Article 95. https://doi.org/10.1007/s42979-021-00457-3

Maarouf, A., Pröllochs, N., & Feuerriegel, S. (2024). The virality of hate speech on social media. Proceedings of the ACM on Human-Computer Interaction, 8(CSCW1), 1-22. https://doi.org/10.1145/3641025

Mawazi, A. R., & Yonantha, F. (2025). Actualizing Malay communication ethics in social media: Study of the Kitab Kumpulan Ringkas Berbetulan Lekas. Islamic Communication Journal, 10(2), 289-314. https://doi.org/10.21580/icj.2025.10.2.26396

Musta’in, M. (2024). Moderate Islamic influencers in digital communication discourse. Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi, 8(2), 82-104. https://doi.org/10.15575/cjik.v8i2.40612

Nazaruddin, N., & Alfiansyah, M. (2021). Etika komunikasi Islami di media sosial dalam perspektif Al-Qur’an dan pengaruhnya terhadap keutuhan negara. Jurnal Peurawi: Media Kajian Komunikasi Islam, 4(1), 77-91. https://doi.org/10.22373/jp.v4i1.8935

Parhan, M., Jenuri, J., & Islamy, M. R. F. (2021). Media sosial dan fenomena hoax: Tinjauan Islam dalam etika berkomunikasi. Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi, 5(1), 59-80. https://doi.org/10.15575/cjik.v5i1.12887

Schmid, U. K., Kümpel, A. S., & Rieger, D. (2024). How social media users perceive different forms of online hate speech: A qualitative multi-method study. New Media & Society, 26(5), 2614-2632. https://doi.org/10.1177/14614448221091185

Setianto, Y. P., Nurjuman, H., & Handaningtias, U. R. (2023). Remaja, media sosial dan ujaran kebencian: Studi konsumsi online religious content di Banten. Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi, 12(1), 125-145. https://doi.org/10.14710/interaksi.12.1.125-144

Sumartias, S., Pulubuhu, D. A. T., Elfitra, & Ratnasari, E. (2024). Portrait of hate speech propagators’ behaviour in Indonesia Twittersphere: A comparative virtual ethnography study. Jurnal Komunikasi: Malaysian Journal of Communication, 40(2), 1-22. https://doi.org/10.17576/JKMJC-2024-4002-01

Taufik, C. M., & Sila, G. E. (2023). Construction of reality and segregative content of Islamic media. Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi, 7(1), 85-104. https://doi.org/10.15575/cjik.v7i1.19950

Zamri, N. A. K., Mohamad Nasir, N. A., Hassim, M. N., & Ramli, S. M. (2023). Digital hate speech and othering: The construction of hate speech from Malaysian perspectives. Cogent Arts & Humanities, 10(1), Article 2229089. https://doi.org/10.1080/23311983.2023.2229089

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-30

Cara Mengutip

Lubis, N., & Rafiq, M. (2026). Peran Komunikasi Islam dalam Mencegah Ujaran Kebencian Berbasis Agama di Media Sosial. Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(2), 2321–2333. https://doi.org/10.61253/abdicendekia.v5i2.924

Terbitan

Bagian

Artikel