Pandangan Fiqih Kontemporer Terhadap Kebebasan Penggunaan Kecerdasan Buatan (AI)
DOI:
https://doi.org/10.61253/abdicendekia.v5i2.921Kata Kunci:
Fiqih Kontemporer, Kecerdasan Buatan, Maqasid Syariah, Ijtihad Digital, Hukum Islam TeknologiAbstrak
Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah membuka ruang perdebatan serius dalam diskursus fiqih kontemporer, khususnya menyangkut batas-batas kebebasan penggunaannya oleh umat Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memetakan pandangan fiqih kontemporer terhadap kebebasan penggunaan AI, mengidentifikasi landasan metodologis yang digunakan para ulama kontemporer, serta merumuskan kerangka hukum Islam yang koheren dan adaptif dalam merespons tantangan AI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research) melalui analisis isi (content analysis) terhadap fatwa, karya fiqih kontemporer, dan literatur akademis relevan dari tahun 2015 hingga 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandangan fiqih kontemporer terpetakan ke dalam tiga arus utama: permisif-kondisional yang mengedepankan maslahah mursalah, kehati-hatian ketat berbasis sadd al-dzari'ah, dan reformis-progresif yang menekankan ijtihad kolektif. Penelitian ini menemukan bahwa belum ada konsensus (ijma') ulama tentang status hukum AI, namun mayoritas ulama menekankan bahwa AI tidak memiliki agensi moral (taklif) sehingga tanggung jawab hukum sepenuhnya berada pada penggunanya. Kontribusi penelitian ini adalah menawarkan kerangka analitik baru berbasis maqasid syariah lima dimensi yang dapat digunakan sebagai peta jalan penentuan hukum AI secara komprehensif.Referensi
Al-Khatib, M. A. (2022). Artificial intelligence and Islamic jurisprudence: Moral agency and legal responsibility. Journal of Islamic Ethics, 6(1), 45–78. https://doi.org/10.1163/24685542-12340065
Al-Qaradawi, Y. (2003). Fiqh al-awlawiyyat: Dirasah jadidah fi dhaw' al-Qur'an wa al-Sunnah (7th ed.). Maktabah Wahbah.
Auda, J. (2008). Maqasid al-Shariah as philosophy of Islamic law: A systems approach. International Institute of Islamic Thought.
Bowen, G. A. (2009). Document analysis as a qualitative research method. Qualitative Research Journal, 9(2), 27–40.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). Sage Publications.
Dar al-Ifta al-Misriyyah. (2023). Al-hukm al-shar'i li isti'mal al-dhaka' al-ishtina'i. Dar al-Ifta al-Misriyyah Publications.
European Council for Fatwa and Research. (2022). Resolution on autonomous weapons systems and Islamic ethics. ECFR Resolutions, 28(2), 12–19.
Hassan, M. K. (2023). Islamic economics and the digital age: Navigating artificial intelligence through maqasid al-Shari'ah. Islamic Economic Studies, 31(1), 1–22.
Hassan, M. K., & Nor, S. M. (2019). Islamic ethics in the era of big data: Trust, justice, and the algorithmic society. Journal of Business Ethics, 158(2), 411–428. https://doi.org/10.1007/s10551-019-04182-z
Majelis Ulama Indonesia. (2017). Fatwa MUI No. 10 Tahun 2017 tentang transaksi jual beli melalui media elektronik. Sekretariat Majelis Ulama Indonesia.
Majelis Ulama Indonesia. (2021). Panduan etika digital bagi umat Islam Indonesia. Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.
Moleong, L. J. (2021). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). PT Remaja Rosdakarya.
Rabithah Alam Islami. (2023). Islamic perspectives on artificial intelligence in healthcare: Ethical guidelines. Rabithah Alam Islami Publications.
Ramadan, T. (2020). Islam and the Arab awakening. Oxford University Press.
Saifudin, A., & Ridwan, M. (2021). Pendekatan reaktif versus antisipatif dalam fatwa teknologi: Analisis kritis terhadap fatwa digital MUI 2010–2020. Jurnal Hukum Islam, 19(2), 189–214.
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.
Tortoise Intelligence. (2023). The Global AI Index 2023. Tortoise Media.
Zaidan, A. K. (2004). Al-wajiz fi ushul al-fiqh (9th ed.). Mu'assasah al-Risalah.
Zarkasyi, H. F. (2022). Dehumanisasi teknologi dan respons fiqih Islam kontemporer: Sebuah kajian kritis. Islamica: Jurnal Studi Keislaman, 17(1), 78–103.
Zed, M. (2018). Metode penelitian kepustakaan. Yayasan Obor Indonesia.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Devi Indah Sari, Indah Pratiwi, Nur Sa’adah Pulungan, Ahmad Shiddiq, Ali Imran Sinaga

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.

