Jual Beli Narkotika dalam Perspektif Fikih Kontemporer: Analisis Maqasid Al-Syariah Terhadap Peredaran dan Penyalahgunaannya di Era Modern

Penulis

  • Arif Rahman Hakim Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Muhammad Rafi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Nazli Azwany Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Ismail Amnur Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Ali Imran Sinaga Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.61253/abdicendekia.v5i2.964

Kata Kunci:

Fikih Kontemporer, Fikih Muamalah, Hukum Islam, Jual Beli Narkotika, Maqāṣid al-Syarī'ah

Abstrak

Peredaran dan penyalahgunaan narkotika pada era modern telah menjadi persoalan multidimensional yang berdampak pada aspek kesehatan, sosial, ekonomi, moral, dan keagamaan. Perkembangan jaringan perdagangan narkotika yang memanfaatkan teknologi digital menuntut adanya kajian hukum Islam melalui perspektif fikih kontemporer. Penelitian ini bertujuan menganalisis hukum jual beli narkotika dalam perspektif fikih kontemporer serta mengkaji implikasinya berdasarkan pendekatan maqāṣid al-syarī'ah. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan sumber data berupa Al-Qur'an, hadis, kitab fikih klasik dan kontemporer, buku, jurnal ilmiah, serta dokumen resmi Badan Narkotika Nasional (BNN) dan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC). Data dianalisis menggunakan teknik content analysis dengan teori maqāṣid al-syarī'ah sebagai kerangka analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narkotika memiliki kesamaan 'illat dengan khamr, yaitu sama-sama menghilangkan kesadaran, merusak akal, dan menimbulkan ketergantungan, sehingga hukumnya haram. Jual beli narkotika untuk tujuan penyalahgunaan dinyatakan sebagai transaksi yang tidak sah (bāṭil) karena bertentangan dengan prinsip fikih muamalah. Selain itu, peredaran narkotika mengancam lima tujuan pokok syariat (al-kulliyyāt al-khams), yaitu perlindungan agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Oleh karena itu, penanggulangan narkotika perlu dilakukan melalui pendekatan hukum, pencegahan, edukasi, rehabilitasi, dan pemberdayaan masyarakat untuk mewujudkan kemaslahatan serta mencegah kerusakan secara berkelanjutan.

Referensi

Abu Ishaq al-Shatibi. (2004). Al-Muwafaqat fi Ushul al-Syariah. Beirut: Dar al-Kutub al-'

Al-Qaradawi, Yusuf. (1995). Al-Halal wa al-Haram fi al-Islam. Kairo: Maktabah Wahbah

Al-Syathibi, Abu Ishaq. (2004). Al-Muwafaqat fi Usul al-Shari’ah. Beirut: Dar al-Kutub al-’Ilmiyyah.

Al-Zuhaili, W. (2011). Uṣūl al-Fiqh al-Islāmī. Damaskus: Dār al-Fikr.

Auda, J. (2008). Maqāṣid al-Syarī'ah as Philosophy of Islamic Law: A Systems Approach. London: The International Institute of Islamic Thought.

BNN (Badan Narkotika Nasional). (2024). Laporan Tahunan BNN 2024. Jakarta: BNN.

Djazuli, A. (2019). Kaidah-Kaidah Fikih. Jakarta: Kencana. Dunia 2023.

Fathurrahman, A. (2023). Maqasid al-Shariah sebagai Pendekatan dalam Problematika Kontemporer.” Jurnal Studi Islam, 18(2), 101–118.

Gustiananda, E. (2023). Penanganan Kasus Anak di Bawah Umur sebagai Pelaku Narkoba di Polres Rejang Lebong Ditinjau dari Maqashid Syariah. Skripsi, IAIN Curup.

Haroen, Nasrun. (2007). Fiqh Muamalah. Jakarta: Gaya Media Pratama.

Ibn Ashur, M. T. (2006). Maqāṣid al-Syarī'ah al-Islāmiyyah. Amman: Dār al-Nafā'is. Ilmiyyah.

Jasser Auda. (2008). Maqasid Al-Shariah sebagai Filsafat Hukum Islam: Pendekatan Sistem

Kamali, M. H. (2008). Maqāṣid al-Sharī'ah Made Simple. London: The International Institute of Islamic Thought.

Kamali, Mohammad Hashim. (2008). Shari’ah Law: An Introduction. Oxford: Oneworld Publications.

Kamali, Mohammad Hashim. (2019). The Middle Path of Moderation in Islam. Oxford: Oxford University Press.

Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Narkoba dan Kejahatan (2023). Laporan Narkoba

Kementerian Kesehatan RI. (2021). Laporan Nasional Penanggulangan Narkotika dan Napza. Jakarta: Kemenkes RI.

Khallaf, A. (2003). Ilmu Uṣūl al-Fiqh. Jakarta: Pustaka Al-Husna.London: IIIT.

Mardani. (2016). Hukum Islam: Pengantar Ilmu Hukum Islam di Indonesia. Jakarta: Prenadamedia Group.

Muslim, I. (t.t.). Ṣaḥīḥ Muslim. Riyadh: Dār aṭ-Ṭayyibah.

Nurdin, M. (2021). Narkotika dalam Perspektif Hukum Islam dan Hukum Positif Indonesia. Al-Ahkam: Jurnal Ilmu Syariah, 31(2), 221–238.

Qahaf, Mundhir. (2005). Islamic Financial Transactions. Jeddah: Islamic Development Bank.

Rahayu, B. D., et al. (2025). Restorative Justice dalam Kasus Narkoba pada Anak. Jurnal Hukum dan Keadilan, 12(1), 1–15.

Sabiq, Sayyid. (2008). Fiqh al-Sunnah. Kairo: Dar al-Fath.

Sulaiman, A. (2022). Dampak Narkotika terhadap Ketahanan Keluarga. Jurnal Keluarga dan Masyarakat, 8(2), 105–120.

Sulaiman, S. (2022). Peredaran Narkotika dan Dampaknya terhadap Ketahanan Sosial. Jurnal Sosial Humaniora, 14(1), 55–72.

UNODC. (2024). World Drug Report 2024. Vienna: United Nations Office on Drugs and Crime.

Wahbah al-Zuhaili. (2011). Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu. Damaskus: Dar al-Fikr.

WHO. (2023). Global Health Report on Substance Use. Geneva: World Health Organization.

Yusuf al-Qaradawi. (1995). Al-Halal wa Al-Haram fi Al-Islam. Kairo: Maktabah Wahbah.

Zaidan, A. K. (2006). Al-Wajiz Fī Uṣūl al-Fiqh. Beirut: Muasasah ar-Risalah

Zidan, Abdul Karim. (2001). Al-Wajiz fi Ushul al-Fiqh. Beirut: Muassasah al-Risalah

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-30

Cara Mengutip

Hakim, A. R., Rafi, M., Azwany, N., Amnur, I., & Sinaga, A. I. (2026). Jual Beli Narkotika dalam Perspektif Fikih Kontemporer: Analisis Maqasid Al-Syariah Terhadap Peredaran dan Penyalahgunaannya di Era Modern. Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(2), 2303–2311. https://doi.org/10.61253/abdicendekia.v5i2.964

Terbitan

Bagian

Artikel