Rekonstruksi Konsep Ta’dib di Era Artificial Intelligence: Tantangan dan Peluang Pendidikan Nilai dalam Islam

Penulis

  • Farhan Abdul Ghani Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan
  • Nur Sa’adah Pulungan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan
  • Azizah Hanum OK Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan

DOI:

https://doi.org/10.61253/abdicendekia.v5i2.976

Kata Kunci:

Artificial Intelligence, Pendidikan Islam, Pendidikan Nilai, Ta'dib

Abstrak

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah mengubah paradigma pendidikan melalui peningkatan akses terhadap informasi, personalisasi pembelajaran, dan efisiensi proses akademik. Namun, perkembangan tersebut juga memunculkan berbagai tantangan bagi pendidikan Islam, seperti dominasi informasi atas internalisasi nilai, berkurangnya interaksi edukatif antara guru dan peserta didik, krisis otoritas moral, serta potensi dehumanisasi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis relevansi konsep ta'dib dalam merespons perkembangan AI serta merumuskan model konseptual Ta’dib digital sebagai kerangka pendidikan Islam pada era kecerdasan buatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai literatur primer dan sekunder yang membahas ta'dib, pendidikan nilai Islam, dan AI dalam pendidikan, kemudian dianalisis menggunakan content analysis melalui proses identifikasi, interpretasi, dan sintesis konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama pendidikan Islam pada era AI bukan terletak pada kemajuan teknologinya, melainkan pada kesenjangan antara perkembangan teknologi dan pembentukan adab. Sebagai kontribusi konseptual, penelitian ini menawarkan model Ta’dib digital, yaitu integrasi antara penguasaan teknologi dan pembentukan adab melalui empat dimensi utama: adab kepada Allah SWT, adab terhadap ilmu, adab terhadap sesama manusia, dan adab terhadap lingkungan digital. Model ini menempatkan AI sebagai instrumen yang mendukung proses pembelajaran, sedangkan ta'dib menjadi landasan etik yang mengarahkan tujuan, batas, dan tanggung jawab penggunaannya. Temuan ini memperkuat relevansi ta'dib sebagai paradigma pendidikan Islam yang adaptif terhadap transformasi digital tanpa mengabaikan nilai-nilai moral dan spiritual.

Referensi

Al-Attas, S. M. N. (1980). The concept of education in Islam: A framework for an Islamic philosophy of education. ABIM.

Al-Attas, S. M. N. (1993). Islam and secularism (2nd ed.). International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC).

Azra, A. (2019). Pendidikan Islam: Tradisi dan modernisasi menuju milenium baru (2nd ed.). Kencana.

Chan, C. K. Y. (2023). A comprehensive AI policy education framework for university teaching and learning. International Journal of Educational Technology in Higher Education, 20(1), 38. https://doi.org/10.1186/s41239-023-00408-3

Floridi, L. (2019). The logic of information: A theory of philosophy as conceptual design. Oxford University Press.

Hanum OK, A., Arsyad, J., Budianti, Y., Ananda, R., Abdul Shukor, S., & Ramli, M. A. (2025). Lecturers' perceptions of Artificial Intelligence use in higher education: A comparative study of Indonesia and Malaysia. Tarbiyah wa Ta'lim: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 12(3), 335–348.

Hashim, R., & Langgulung, H. (2008). Islamic religious curriculum in Muslim countries: The experiences of Indonesia and Malaysia. Bulletin of Education and Research, 30(1), 1–19.

Holmes, W., & Tuomi, I. (2022). State of the art and practice in AI in education. European Journal of Education, 57(4), 542–570. https://doi.org/10.1111/ejed.12533

Ifenthaler, D., Yau, J. Y. K., & Gibson, D. (2024). Artificial intelligence in education: Implications for policymakers, researchers, and practitioners. Computers and Education: Artificial Intelligence, 6, 100210. https://doi.org/10.1016/j.caeai.2024.100210

Kasneci, E., Sessler, K., Küchemann, S., Bannert, M., Dementieva, D., Fischer, F., Gasser, U., Groh, G., Günnemann, S., Hüllermeier, E., Krusche, S., Kutyniok, G., Michaeli, T., Nerdel, C., Pfeiffer, F., Poquet, O., Sailer, M., Schmidt, A., Seidel, T., & Kasneci, G. (2023). ChatGPT for good? On opportunities and challenges of large language models for education. Learning and Individual Differences, 103, 102274. https://doi.org/10.1016/j.lindif.2023.102274

Krippendorff, K. (2019). Content analysis: An introduction to its methodology (4th ed.). Sage.

Langgulung, H. (2003). Asas-asas pendidikan Islam. Pustaka Al-Husna Baru.

Nata, A. (2017). Ilmu pendidikan Islam. Prenadamedia Group.

Snyder, H. (2019). Literature review as a research methodology: An overview and guidelines. Journal of Business Research, 104, 333–339. https://doi.org/10.1016/j.jbusres.2019.07.039

Tafsir, A. (2013). Ilmu pendidikan Islam. PT Remaja Rosdakarya.

UNESCO. (2023). Guidance for generative AI in education and research. UNESCO.

Wan Daud, W. M. N. (1998). The educational philosophy and practice of Syed Muhammad Naquib Al-Attas: An exposition of the original concept of Islamization. International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC).

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-30

Cara Mengutip

Ghani, F. A., Pulungan, N. S., & OK, A. H. (2026). Rekonstruksi Konsep Ta’dib di Era Artificial Intelligence: Tantangan dan Peluang Pendidikan Nilai dalam Islam. Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(2), 2441–2455. https://doi.org/10.61253/abdicendekia.v5i2.976

Terbitan

Bagian

Artikel