Penguatan Diri dan Kesehatan Emosional Melalui Kegiatan ART Therapy pada Warga Binaan Lapas Perempuan Kelas II A Semarang
DOI:
https://doi.org/10.61253/jcgcs.v5i2.726Kata Kunci:
Interaksi Sosial, Kesejahteraan Masyarakat, Ketidaksetaran Gender, Perubahan Sosial, Stratifikasi Sosial Berdasarkan GenderAbstrak
Warga binaan perempuan di lembaga pemasyarakatan rentan mengalami tekanan psikologis yang dapat memengaruhi kesehatan emosional, regulasi emosi, dan efikasi diri. Oleh karena itu, diperlukan kegiatan yang mampu membantu peserta mengenali dan mengekspresikan emosi secara sehat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesehatan emosional warga binaan melalui pendekatan art therapy di Lapas Perempuan Kelas IIA Semarang. Metode kegiatan dilakukan melalui seminar interaktif, diskusi, refleksi diri, dan praktik art therapy yang terdiri dari kotak emosi, menggambar bersama, serta membentuk kembali potongan kertas menjadi karya baru. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta lebih mampu mengenali emosi, mengekspresikan perasaan secara positif, serta menunjukkan peningkatan rasa percaya diri dan harapan terhadap masa depan. Sekitar 88% peserta merasa lebih lega setelah mengikuti kegiatan dan 82% peserta menunjukkan peningkatan kepercayaan diri. Kegiatan ini menunjukkan bahwa art therapy dapat menjadi media yang efektif dalam mendukung regulasi emosi, penguatan diri, dan kesehatan emosional warga binaan perempuan.
Referensi
Aniela, C., & Soetikno, N. (2024). Peran regulasi emosi dalam memprediksi efikasi diri pada warga binaan pemasyarakatan perempuan. Jurnal Ilmiah Psikologi, 6(2), 122–133. https://doi.org/10.24912/jipsi.v6i2.31775
Danasasmita, F. S., Pandia, V., Fitriana, E., Afriandi, I., Purba, F. D., Ichsan, A., et al. (2024). Validity and reliability of the Difficulties in Emotion Regulation Scale Short Form in Indonesian non-clinical population. Frontiers in Psychiatry, 15. https://doi.org/10.3389/fpsyt.2024.1380354
Giovani, S., Satiadarma, M. P., & Subroto, U. (2021). Efektivitas art therapy metode ganim dalam menurunkan tingkat disregulasi emosi pada siswa SMA yang menjadi korban bullying. Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni, 5(1), 47–54. https://doi.org/10.24912/jmishumsen.v5i1.9854.2021
Gunawan, M. Y. (2021). Efikasi diri narapidana perempuan yang terinfeksi HIV. NUSANTARA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 8(2), 174–182. https://doi.org/10.31604/jips.v8i2.2021.174-182
Hakim, L., & Sholichah, I. F. (2022). Pengaruh regulasi emosi terhadap efikasi diri karyawan. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 4(5), 3609–3615. https://doi.org/10.31004/jpdk.v4i5.7183
Purna, R. S., Pratama, W., Silawati, Y., & Angraini, F. (2024). Hubungan regulasi emosi dan efikasi diri pada guru pendamping di sekolah inklusif Padang. Jurnal Psikologi Tabularasa, 19(1), 88–102. https://doi.org/10.26905/jpt.v19i1.12931
Pramintari, R. D., Amalia, H., & Nurhidayah, S. (2022). Hubungan religiusitas dan regulasi emosi terhadap resiliensi pada dewasa awal korban ghosting. Psychopedia: Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang, 7(2), 48–59. https://doi.org/10.36805/psychopedia.v7i2.3426
Safira, N. R., Etrawati, F., & Putri, N. E. (2023). Self-efficacy analysis to stop using drugs in adolescent male inmates. Sains Medika Journal of Medical & Health, 14(2). https://doi.org/10.30659/sainsmed.v14i2.32939
Seno, A. B., & Rahayu, M. (2024). Regulasi emosi dalam strategi coping stress bagi narapidana dalam pembinaan kepribadian. Journal of Management: Small and Medium Enterprises (SMEs), 17(1), 203–211. https://doi.org/10.35508/jom.v17i1.14522
Saputra, M. A., Heng, P. H., & Dewi, F. I. R. (2023). Peran self-efficacy terhadap kepuasan mahasiswa pada pembelajaran post COVID-19 dengan motivasi sebagai moderator. Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni, 7(3), 531–539. https://doi.org/10.24912/jmishumsen.v7i3.26816.2023.
