Etika Perlindungan Anak dalam Al-Qur’an: Telaah Tematik dan Relevansi Sosial Kontemporer Bagi Anak Broken Home di Panti Asuhan
DOI:
https://doi.org/10.61253/jcgcs.v5i2.634Kata Kunci:
Broken Home, Etika Perlindungan Anak, Panti Asuhan, Tafsir TematikAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis etika perlindungan anak dalam Al-Qur’an melalui pendekatan tafsir tematik (mawdhū‘ī) serta mengkaji relevansinya terhadap kondisi anak broken home di panti asuhan pada konteks sosial kontemporer. Latar belakang penelitian berangkat dari meningkatnya kerentanan anak akibat konflik keluarga, kekerasan, dan penelantaran, sehingga membutuhkan landasan nilai Qur’ani yang komprehensif dalam pembinaan dan pengasuhan. Metode penelitian menggunakan analisis kualitatif berbasis studi kepustakaan, dengan menelaah ayat-ayat terkait (QS. An-Nisā’: 9; At-Tahrīm: 6; Al-Isrā’: 31; Maryam: 59-60; Luqmān: 13-19; Al-Furqān: 74) serta interpretasi mufasir klasik dan modern seperti Ibn Katsir, Al-Qurtubi, Al-Tabari, Quraish Shihab, dan Sayyid Qutb. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an menekankan empat prinsip utama perlindungan anak: kasih sayang dan pemeliharaan (ri‘āyah), larangan penelantaran, kewajiban pendidikan moral-spiritual, dan penghormatan terhadap martabat anak. Analisis terhadap kondisi anak broken home memperlihatkan bahwa pendidikan Qur’ani, pendekatan psikososial, dan pola pengasuhan rahmatan lil-‘ālamīn sangat efektif dalam memulihkan stabilitas emosi, akhlak, dan arah hidup mereka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa nilai-nilai etika Qur’ani memiliki relevansi kuat dan aplikatif dalam pengasuhan anak panti asuhan, terutama dalam membentuk generasi yang berdaya, berakhlak, dan memiliki masa depan lebih baik.Referensi
Al Hasan, Al-Qurṭubī. (2007). Al-Jāmi‘ li Aḥkām al-Qur’ān. Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
Ibn Kathīr, Ismā‘īl. (2010). Tafsīr al-Qur’ān al-‘Aẓīm. Riyadh: Dār Ṭayyibah.
Al-Ṭabarī, Muḥammad ibn Jarīr. (2001). Jāmi‘ al-Bayān fī Ta'wīl Āyi al-Qur’ān. Beirut: Mu’assasah al-Risālah.
Al-Rāzī, Fakhruddin. (2005). Mafātīḥ al-Ghayb. Beirut: Dār al-Fikr.
Ibn ‘Āsyūr, Muḥammad Ṭāhir. (1984). Al-Taḥrīr wa al-Tanwīr. Tunis: Dār Sahnūn.
Quraish Shihab, M. (2002). Tafsir Al-Mishbah: Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur’an. Jakarta: Lentera Hati.
Quṭb, Sayyid. (2004). Fī Ẓilāl al-Qur’ān. Kairo: Dār al-Shurūq.
Al-Marāghī, Aḥmad. (2006). Tafsīr al-Marāghī. Beirut: Dār al-Fikr.
Shihab, M. Quraish. (2013). Wawasan Al-Qur’an: Tafsir Maudhu‘i atas Pelbagai Persoalan Umat. Jakarta: Lentera Hati.
Hurlock, Elizabeth. (2010). Psikologi Perkembangan Anak. Jakarta: Erlangga.
Santrock, John. (2014). Life-Span Development. New York: McGraw-Hill.
Desmita, D. (2017). Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Maslihah, S. (2019). Psikologi Anak dan Remaja. Yogyakarta: UIN Suka Press.
Suyadi, S. (2012). Teori Perkembangan Anak dalam Perspektif Pendidikan Islam. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Fauzi, A. (2022). Pengasuhan Berbasis Nilai Islam di Panti Asuhan. Jurnal Pendidikan Islam 10, no. 1, 45-58.
Rahayu, L. (2021). Dampak Psikologis Broken Home terhadap Perkembangan Remaja. Jurnal Psikologi Sosial 8, no. 2, 112–125.
Suryadi, M. (2020). Etika Pendidikan Anak dalam Perspektif Tafsir Al-Qur’an. Jurnal Tafsir Nusantara 5, no. 1, 75-89.
