Implementasi Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Kadar Glukosa Darah Tidak Stabil pada Diabetes Melitus Tipe 2
DOI:
https://doi.org/10.61253/jcgcs.v5i2.624Kata Kunci:
Asuhan Keperawatan, Diabetes Melitus Tipe 2, Hiperglikemia, Ketidakstabilan Glukosa DarahAbstrak
Diabetes Melitus tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan sekresi insulin, resistensi insulin, atau keduanya. Ketidakstabilan kadar glukosa darah dapat menyebabkan komplikasi akut maupun kronis sehingga diperlukan asuhan keperawatan yang komprehensif. Karya ilmiah akhir ini bertujuan menggambarkan implementasi asuhan keperawatan pada pasien dengan kadar glukosa darah tidak stabil pada Diabetes Melitus tipe 2. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah pasien perempuan berusia 47 tahun dengan diagnosis medis Diabetes Melitus tipe 2 yang dirawat di ruang rawat inap rumah sakit pada 20–24 Maret 2026. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan laboratorium. Hasil pengkajian menunjukkan pasien mengalami lemas, mual, edema pada kedua kaki, kadar gula darah acak 620 mg/dL, GDP 476 mg/dL, GD2PP 683 mg/dL, dan HbA1c 10,2%. Diagnosis keperawatan utama yaitu ketidakstabilan kadar glukosa darah berhubungan dengan resistensi insulin, perfusi perifer tidak efektif berhubungan dengan hiperglikemia, dan nausea berhubungan dengan rasa makanan yang tidak enak. Intervensi yang diberikan meliputi monitoring kadar glukosa darah dan tanda vital, manajemen hiperglikemia, pemberian cairan dan terapi insulin kolaboratif, edukasi diabetes, serta perawatan sirkulasi perifer. Setelah tindakan keperawatan selama 3×24 jam, kondisi pasien membaik ditandai dengan penurunan kadar glukosa darah, berkurangnya edema, akral lebih hangat, dan mual menurun. Asuhan keperawatan yang tepat dan komprehensif terbukti membantu menstabilkan kadar glukosa darah serta meningkatkan kondisi klinis pasien.
Referensi
Andriani, W. R., & Hasanah, D. R. N. (2023). Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2). Tirtayasa Medical Journal, 2(2), 77. https://doi.org/10.52742/tmj.v2i2.19529
ElSayed, N. A., Aleppo, G., Bannuru, R. R., Bruemmer, D., Collins, B. S., Ekhlaspour, L., Hilliard, M. E., Johnson, E. L., Khunti, K., Lingvay, I., Matfin, G., McCoy, R. G., Perry, M. Lou, Pilla, S. J., Polsky, S., Prahalad, P., Pratley, R. E., Segal, A. R., Seley, J. J., … Gabbay, R. A. (2024). 1. Improving Care and Promoting Health in Populations: Standards of Care in Diabetes—2024. Diabetes Care, 47(Supplement_1), S11–S19. https://doi.org/10.2337/dc24-S001
Elyta, T., Martha, R., & Eni, E. (2025). MANAJEMEN HIPERGLIKEMIA PADA PASIEN DIABETES MELITUS DENGAN MASALAH KETIDAKSTABILAN KADAR GLUKOSA DARAH. Jurnal ’Aisyiyah Medika, 10(1). https://doi.org/10.36729/jam.v10i1.1310
Hartini Sri. (2019). PENGARUH TERAPI SENAM KAKI TERHADAP SENSITIVITAS DAN PERFUSI JARINGAN PERIFER PASIEN DIABETES MELITUS DI RUANGAN INSTALASI RAWAT INAP RSUD PROF. DR. W. Z. JOHANNES KUPANG | Hoda | Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama. http://www.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/stikes/article/view/409/209
Herlinawati. (2021). Peran Keluarga dalam Upaya Menurunkan Kadar Gula Darah pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II: Literature Review.
Imelda Sonta. (2019). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Diabetes Melitus di Puskesmas Harapan Raya Tahun 2018. Scientia Journal, 8(1), 28–39. https://doi.org/10.5281/SCJ.V8I1.406
International Diabetes Federation (IDF). (2025). IDF Diabetes Atlas 11th Edition 2025 (11th ed.). IDF. diabetesatlas.org/copyright-requests/
Janice L. Hinkle, & Kerry H. Cheever. (2017). Brunner & Suddarth’s Textbook of Medical-Surgical Nursing (Lippincott Williams & Wilkins, Eds.; 14th ed.). Wolters Kluwer Health.
Lathifah, N. L. (2017). HUBUNGAN DURASI PENYAKIT DAN KADAR GULA DARAH DENGAN KELUHAN SUBYEKTIF PENDERITA DIABETES MELITUS The Relationship Between Duration Disease and Glucose Blood Related to Subjective Compliance in Diabetes Mellitus. https://doi.org/10.20473/jbe.v5i2.2017.231-239
Lewis, S. L., Bucher, L. , Heitkemper, M. M. , Harding, M. , Kwong, J. , & Roberts, D. (2020). Lewis’s Medical-Surgical Nursing: Assessment and Management of Clinical Problems (11th ed.). MO: Elsevier.
Mardevian, D., Yuswardi, Y., Yusuf, M., Jannah, N., & Mayasari, P. (2025). Evaluasi kelengkapan dokumentasi Catatan Perkembangan Pasien Terintegrasi (CPPT) keperawatan: Studi kasus. Indonesian Journal of Health Science, 5(3), 561–570. https://doi.org/10.54957/ijhs.v5i3.1516
Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI). (2021). PEDOMAN PENGELOLAAN DAN PENCEGAHAN DIABETES MELITUS TIPE 2 DEWASA DI INDONESIA. PB. PERKENI.
Sari, M. T. (2022). Faktor Risiko Terjadinya Diabetes Melitus Tipe 2: Literatur Review. JURNAL IMPLEMENTA HUSADA, 2(2), 224–236. https://doi.org/10.30596/JIH.V2I2.9775.G7191
Susanti, E. F. N. (2019). Gambaran faktor risiko terjadinya diabetes melitus pada penderita diabetes melitus tipe 2 . Jurnal Keperawatan.
Tim Pokja SDKI DPP PPNI. (2017). Standar Diagnostik Keperawatan Indonesia ; Defenisi dan Indikator Diagnostik, Edisi 1. PPNI.
Tim Pokja SIKI DPP PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia : Defenisi dan Tindakan Keperawatan. PPNI.
Tim Pokja SLKI DPP PPNI. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Defenisi dan Kriteria Hasil Keperawatan. PPNI.
World Health Organization (WHO). (2025). Diabetes.
