Peningkatan Kompetensi dan Kelembagaan UMKM Ahbab Maju Melalui Penerapan Teknologi Pembuatan VCO Berbasis Ragi Tempe dan Bromelin
DOI:
https://doi.org/10.61253/abdicendekia.v5i3.1137Kata Kunci:
VCO, Ragi Tempe, Bromelin, Enzimatis, Pengabdian MasyarakatAbstrak
Kabupaten Konawe Kepulauan memiliki potensi kelapa (Cocos nucifera L.) yang melimpah, namun pemanfaatannya oleh UMKM Ahbab Maju masih terkendala metode produksi Virgin Coconut Oil (VCO) konvensional yang membutuhkan waktu lama, menghasilkan rendemen rendah, serta tata kelola kelembagaan yang belum tertata. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menerapkan teknologi produksi VCO metode enzimatis berbasis ragi tempe (Rhizopus oligosporus) dan ekstrak bromelin bonggol nanas, sekaligus memperkuat kapasitas kelembagaan mitra. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan participatory action research melalui lima tahapan: persiapan dan koordinasi, sosialisasi dan penyuluhan, pelatihan dan demonstrasi teknologi, pendampingan kelembagaan dan legalitas usaha, serta monitoring dan evaluasi. Evaluasi dilakukan terhadap 15 peserta menggunakan instrumen pre-test dan post-test yang dianalisis dengan uji N-Gain, serta terhadap kinerja produksi UMKM sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dengan rata-rata N-Gain 0,67 (kategori sedang menuju tinggi), tertinggi pada aspek teknik fermentasi ragi tempe (0,76) dan ekstraksi bromelin (0,71). Penerapan teknologi enzimatis meningkatkan rendemen VCO dari 18% menjadi 32%, menurunkan kadar air produk dari 0,35% menjadi 0,19% (memenuhi SNI 7381:2008), mempersingkat waktu produksi dari 72 jam menjadi 20–24 jam, serta meningkatkan kapasitas produksi (+200%), harga jual (+41,6%), dan omzet usaha (+325%). Jumlah anggota aktif UMKM juga bertambah dari 5 menjadi 12 orang. Kegiatan ini membuktikan bahwa kombinasi transfer teknologi tepat guna dan penguatan kelembagaan mampu memberikan dampak ganda terhadap peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan keberlanjutan usaha mitra.Referensi
Aryati, L. (2008). Pemanfaatan ekstrak enzim bromelin dari bonggol buah nenas dalam pengolahan VCO secara enzimatis (Skripsi). FMIPA, Universitas Negeri Medan.
Badan Standardisasi Nasional. (2008). SNI 7381:2008 tentang Minyak Kelapa Virgin (VCO). Jakarta: BSN.
Baihaqi, B., Fatahu, F., Mustarim, A. L. N., & Nafilawati, W. O. (2025). Optimasi produksi virgin coconut oil (VCO) melalui fermentasi Rhizopus oligosporus dengan katalis enzim papain: Studi efisiensi dan kualitas produk. Jurnal Teknologi Pengolahan Pertanian, 6(2), 32-37.
Christian, L., & Prakoso, A. (2009). Pembuatan minyak kelapa murni (VCO) dengan metode fermentasi dengan ragi tempe (Laporan Penelitian). Fakultas Teknik Kimia, Universitas Sebelas Maret.
Hake, R. R. (1998). Interactive-engagement versus traditional methods: A six-thousand-student survey of mechanics test data for introductory physics courses. American Journal of Physics, 66(1), 64–74.
Hardi, Suryani, D., & Amin, S. (2023). Kajian penggunaan berulang bromelin terimobilisasi alginat untuk produksi VCO. Ar-Razi Jurnal Ilmiah, 11(1).
Janurianti, D., dkk. (2018). Pengaruh penambahan enzim protease terhadap rendemen dan mutu Virgin Coconut Oil. Jurnal Teknologi Pangan.
Kiyat, W. (2020). Pemanfaatan bromelin pada pangan lokal Indonesia. Jurnal Agroteknologi, 10(1), 33–40.
Palilingan, S., & Pungus, M. (2018). Produksi enzimatis Virgin Coconut Oil (VCO) dengan enzim bromelin serta pemurniannya menggunakan adsorben zeolit. Fullerene Journal of Chemistry, 3(2), 70–74.
Rindawati, Perasulmi, & Kurniawan, E. W. (2020). Studi perbandingan pembuatan VCO (Virgin Coconut Oil) sistem enzimatis dan pancingan terhadap karakteristik minyak kelapa murni yang dihasilkan. Jurnal Katalisator.
Rindengan, B., & Novarianto, H. (2004). Pembuatan dan pemanfaatan minyak kelapa murni. Jakarta: Penebar Swadaya.
Sari, E. P., & Andayani. (2009). Pembuatan minyak kelapa murni (Virgin Coconut Oil) menggunakan fermentasi ragi tempe (Laporan Tugas Akhir). Universitas Sebelas Maret.
Setiaji, B., & Surip, P. (2006). Membuat VCO berkualitas tinggi. Jakarta: Penebar Swadaya.
Silaban, R., Mannulang, R., & Hutapea, R. (2014). Kombinasi teknik enzimatis bromelin dan fermentasi ragi tempe untuk memperoleh rendemen Virgin Coconut Oil. Jurnal Kimia, Universitas Negeri Medan.
Sitompul, N. H. (2017). Optimasi pH dan suhu pada pembuatan Virgin Coconut Oil dengan penambahan ekstrak bonggol nanas (Ananas comosus) (Skripsi). Universitas Muhammadiyah Palembang.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Rina Astarika, Baihaqi Baihaqi, Anfas Anfas

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.

