Pengaruh Pendekatan Deep Learning Terhadap Motivasi belajar dan Kemampuan Berpikir Kritis Pendidikan Agama Islam Siswa: Studi Multisitus di SMP Plus Melati Samarinda dan SMP Muhammadiyah 4 Samarinda
DOI:
https://doi.org/10.61253/jcgcs.v5i3.1359Kata Kunci:
Berpikir Kritis, Motivasi Belajar, Pembelajaran Deep Learning, Pendidikan Agama Islam, Studi MultisitusAbstrak
Penelitian ini menganalisis hubungan pendekatan deep learning secara pedagogis dengan motivasi belajar dan kemampuan berpikir kritis dalam Pendidikan Agama Islam serta membandingkan kedua aspek tersebut di SMP Plus Melati dan SMP Muhammadiyah 4 Samarinda. Penelitian kuantitatif non-eksperimental berjenis ex post facto melibatkan seluruh 190 siswa dalam populasi yang ditetapkan, terdiri atas 56 dan 134 siswa. Data dikumpulkan melalui angket berskala Likert, didukung observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier sederhana secara terpisah, uji t independen, dan Cohen’s d. Skor deep learning berhubungan positif dengan kedua variabel pada kedua sekolah (seluruh p regresi < 0,001). Model menjelaskan 50,3% variasi motivasi dan 28,6% variasi berpikir kritis di SMP Plus Melati, serta 31,1% dan 17,6% di SMP Muhammadiyah 4. Perbedaan motivasi antarsekolah tidak signifikan, t (188) = 1,804; p = 0,073. Skor berpikir kritis di SMP Plus Melati (M = 88,41) lebih tinggi dibandingkan SMP Muhammadiyah 4 (M = 84,09), t (188) = 3,213; p = 0,002; dengan ukuran efek sedang (d = 0,511). Temuan mendukung pengembangan dan evaluasi pembelajaran PAI yang bermakna serta reflektif. Desain observasional dan pengukuran berbasis angket membatasi kesimpulan sebab akibat serta klaim tentang kinerja berpikir kritis yang ditunjukkan secara langsung.
Referensi
Afendi, A. R. (2025). Penerapan Pembelajaran Deep Learning Pendidikan Islam di Indonesia. Palembang: Bening Media Publishing.
Firmansyah, Y., Syaifullah, A., & Nurkayati, S. (2025). Penerapan Deep Learning dengan Metode Jigsaw untuk Meningkatkan Pemahaman Peserta Didik pada Mata Pelajaran PAIBP di SMP N 2 Blora. Jurnal Pendidikan Indonesia, 5(5): 174–80. https://doi.org/10.59818/jpi.v5i5.2123.
Karasu, T. (2021). Critical Thinking and Self-Criticism in Religious Education. Journal of Social Sciences of Mus Alparslan University. https://doi.org/10.18506/anemon.906778.
Qohar, H. S., & Widyaningrum, R. (2025). Pengaruh Model Pembelajaran Deep Learning, Motivasi Belajar dan Kecerdasan Emosional terhadap Prestasi Akademik Siswa dalam Pendidikan Agama Islam. Journal of Educational Analysis, 3 (2). https://ejournal.edutechjaya.com/index.php/analysis/article/view/1651.
Qory, Fahmi, Jazil, & Husna. (2022). Penerapan Model Flipped Classroom dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa. El Banat: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam, 12(1): 87–103. https://doi.org/10.54180/elbanat.2022.12.1.87-103.
Rahmaniah, N., Oktaviani, A. M., Arifin, F., Maulana, G., Triana, H., Serepinah, M., & Abustang, P. B. (2023). Berpikir Kritis dan Kreatif: Teori dan Implementasi Praktis dalam Pembelajaran. Jakarta: Publica Indonesia Utama.
Sutiah, S. (2020). Pengembangan Model Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Sidoarjo: Nizamia Learning Center.
Uno, H. B. (2023). Teori Motivasi dan Pengukurannya: Analisis di Bidang Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
