Jin dalam Perspektif Al-Qur’an QS. Al-Jinn: 7-15

Penulis

  • Muhammat Indra Nasution Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Afif Fatahillah Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Aulia Dinda Putri Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Balqis Najwa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Fauziah Nur Ariza Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.61253/abdicendekia.v5i2.944

Kata Kunci:

Al-Quran, Iblis, Jin, Setan, Surah Al-Jinn

Abstrak

Jin, setan, dan iblis adalah entitas ciptaan Allah yang ada di alam gaib. Selain manusia, Allah telah menciptakan makhluk-makhluk ini sebagai bukti keberadaan entitas gaib yang mengamati tindakan mereka dari sudut pandang mana pun yang mereka pilih. Seluruh umat manusia meyakini keberadaan tiga entitas gaib tersebut. Keyakinan akan keberadaan entitas gaib adalah aspek fundamental iman yang penting bagi umat Islam. Telah diwahyukan bahwa di antara ciri-ciri individu yang memiliki rasa hormat yang mendalam kepada Tuhan adalah mereka yang meyakini apa yang tidak terlihat. Sebagaimana disebutkan dalam surat Al-Baqarah, ayat 3, disebutkan: "Orang-orang yang beriman kepada yang gaib." Namun, meyakini entitas gaib tidak berarti kita harus memuja mereka atau menganggap mereka sebagai ilahi. Iman kepada makhluk gaib mencerminkan gagasan bahwa Tuhan memiliki kemampuan untuk mewujudkan apa pun yang diinginkan-Nya, sehingga menghasilkan keragaman yang luar biasa di antara entitas yang diciptakan-Nya. Semua ini berfungsi sebagai bukti keagungan Allah SWT.

Referensi

Abdul Hamid Al-Suhaibani. (2015). Misteri alam jin. Dar Al-Haq.

Abdul Baqi’, M. F. (1981). Al-Mu‘jam al-mufahras li alfāẓ al-Qur’ān al-karīm. Dār al-Fikr.

Afandi, Z. (2017). Relasi jinn dan al-ins dalam Al-Qur’an: Kajian semantik Toshihiko Izutsu. International Journal Ihya’ ‘Ulum al-Din, 19(2).

Al-Asyqar, U. S. (2018). Rahasia malaikat, jin dan setan (K. A. S. Rahman, Trans.). Qisthi Press.

Al-Farmawi, A. H. (1996). Metode tafsir maudhu’i dan cara penerapannya. Raja Grafindo Persada.

Al-Fayyumi, M. ‘A. (1987). Al-Miṣbāḥ al-munīr. Maktabah Libanon.

Al-Jazā’irī, A. B. (2004). ‘Aqīdat al-mu’min. Maktabah Al-‘Ulūm wa al-Ḥikam.

Al-Qurṭubī, A. ‘A. M. ibn A. al-Anṣārī. (2006). Al-Jāmi‘ li-aḥkām al-Qur’ān wa al-mubayyin limā taḍammanahu min al-sunnah wa āy al-Furqān (‘A. A. ibn ‘A. al-Muḥsin al-Turkī, Ed., Vol. 1). Mu’assasat al-Risālah.

Al-Rāghib al-Aṣfahānī. (1992). Al-Mufradāt fī gharīb al-Qur’ān (Ṣ. ‘A. Dāwūdī, Ed.). Dār al-Qalam.

Al-Suyūṭī, J. (2011). Menguak misteri alam gaib. Kanza Publishing.

Ali, B. (2015). Jin dalam perspektif Al-Qur’an (Studi tafsir tematik ayat-ayat tentang jin) (Skripsi). IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

Ash-Shallabi, A. M. (2011). Al-īmān bil-malā’ikah. Dār al-Ma‘rifah.

Bustamam Tambusai, M. (2017). Ensiklopedia jin, sihir, dan perdukunan: Mengenal dunia jin, sihir, dan perdukunan. Pro-U Media.

Harun, S. (1999). Mutiara Al-Qur’an: Aktualisasi pesan Al-Qur’an dalam kehidupan. Logos.

Hurmain. (n.d.). Sihir dalam pandangan Al-Qur’an. Jurnal Ushuluddin, 21(1), 36–47.

Kementerian Agama Republik Indonesia. (2010). Al-Qur’an dan terjemahannya. Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an.

Krippendorff, K. (2018). Content analysis: An introduction to its methodology (4th ed.). SAGE Publications.

Mustafa Ansyur. (1995). Alam jin dan syaithan serta cara mengatasi gangguannya (S. Nasution, Ed.). Darul Nu’man.

Nurdin, R. (2013). Manusia dalam sorotan Al-Qur’an (Suatu tinjauan tafsir maudhu’i). Tahkim: Jurnal Hukum dan Syariah, 9(1), 155–156.

Sugiyono, & Lestari, P. (2021). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.

Sya’rawi, M. M. (2010). Tafsir khawāṭir al-Sya‘rāwī ḥawla al-Qur’ān al-karīm (Vol. 10). Dār al-Islām.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-30

Cara Mengutip

Nasution, M. I., Fatahillah, A., Putri, A. D., Najwa, B., & Ariza, F. N. (2026). Jin dalam Perspektif Al-Qur’an QS. Al-Jinn: 7-15. Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(2), 2517–2527. https://doi.org/10.61253/abdicendekia.v5i2.944

Terbitan

Bagian

Artikel