Resolusi Konflik Sosial Melalui Komunikasi Antar-Warga pada Wilayah dengan Kerawanan Sosial (Studi Kasus Kecamatan Medan Tembung)

Penulis

  • Winda Kustiawan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan
  • Nayli Irfani Br Damanik Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan
  • Fadhil Ahmad Ali Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan
  • Harun Al Rasyid Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan
  • Riduwansyah Riduwansyah Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan
  • Asnawi Asyrof Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

DOI:

https://doi.org/10.61253/abdicendekia.v5i2.877

Kata Kunci:

Kerawanan Sosial, Komunikasi Antar-Warga, Medan Tembung, Resolusi Konflik

Abstrak

Kecamatan Medan Tembung merupakan salah satu kawasan urban padat penduduk di Kota Medan dengan karakteristik sosial yang heterogen. Kompleksitas ini melahirkan berbagai potensi sengketa dan gesekan sosial di tengah masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam bentuk-bentuk konflik sosial yang terjadi, potret saluran komunikasi antar-warga sehari-hari, serta model resolusi mandiri yang diambil oleh komunitas setempat. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap informan, observasi lapangan, dan analisis dokumen sekunder. Temuan lapangan menunjukkan bahwa konflik dominan dipicu oleh ketegangan wilayah pemukiman padat. Komunikasi antar-warga yang cair, baik yang bersifat informal melalui mediasi tetangga, rembuk wargai, maupun pemanfaatan figur pimpinan lokal informal, menjadi instrumen utama dalam mencapai resolusi konflik tanpa harus melibatkan instansi hukum formal. Pola penyelesaian ini merefleksikan eksistensi mekanisme perdamaian organik berbasis kearifan lokal urban.

Referensi

Asmara, S., & Ridho, H. (2018). Fenomena geng motor di Kota Medan: Satu konstruksi model sosio psikologi komunikasi. Communique: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi, 1(1), 39–45.

Briggita, C. A., Sintong, M., Siregar, T. C., Hutapea, R. A., Naibaho, W. B., Akmaliyah, A., & Lubis, S. A. (2025). Persebaran perumahan di Kecamatan Medan Tembung Kota Medan. JICN: Jurnal Intelek dan Cendikiawan Nusantara, 2(3), 1740–1751.

Jamaludin Adon Nasrullah. (2017). Sosiologi perkotaan: Memahami masyarakat kota dan problematikanya. CV Pustaka Setia.

Moleong, L. J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). PT Remaja Rosdakarya.

Mulyanto. (2025). Konflik dan resolusi konflik dalam pendekatan komunitas dan kearifan lokal di Kelurahan Tanjung dan Dara (Tesis, Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga).

Sudelfi. (2022). Resolusi konflik dalam menangani konflik agraria (Studi kasus konflik lahan Kelompok Tani Aman Dayak Basap dengan PT Kaltim Prima Coal di Desa Sepaso, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur). eJournal Ilmu Pemerintahan, 10(4).

Sugiyono. (2022). Metode penelitian kualitatif (Edisi ke-3). Alfabeta.

Sunarso. (2023). Resolusi konflik sosial. Penerbit Adab.

Syamsuddin, A. (2020). Konflik sosial dalam perspektif sosiologi agama. Al-Din: Jurnal Dakwah dan Sosial Keagamaan, 6(1).

Zulkarnain, Z. (2024). Dinamika komunikasi interpersonal dan pengaruhnya terhadap pengembangan pemain muda dalam tim basket SMAN 1 Medan. Indonesian Journal of Humanities and Social Sciences, 5(2), 831–846.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-29

Cara Mengutip

Kustiawan, W., Br Damanik, N. I., Ali, F. A., Al Rasyid, H., Riduwansyah, R., & Asyrof, A. (2026). Resolusi Konflik Sosial Melalui Komunikasi Antar-Warga pada Wilayah dengan Kerawanan Sosial (Studi Kasus Kecamatan Medan Tembung). Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(2), 1992–1996. https://doi.org/10.61253/abdicendekia.v5i2.877

Terbitan

Bagian

Artikel

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama