Pemberdayaan Siswa Melalui Pendidikan Kesehatan Reproduksi Interaktif Untuk Pencegahan Kehamilan Usia Remaja
DOI:
https://doi.org/10.61253/abdicendekia.v5i2.827Kata Kunci:
Kesehatan reproduksi, Pendidikan interaktif, Remaja, Pencegahan kehamilanAbstrak
Kehamilan pada remaja berdampak pada kesehatan, pendidikan, sosial, ekonomi, dan masa depan remaja. Remaja yang mengalami kehamilan dini berisiko mengalami komplikasi kesehatan, tekanan psikologis, keterbatasan melanjutkan pendidikan, serta berkurangnya peluang pengembangan diri. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan siswa melalui pendidikan kesehatan reproduksi interaktif guna mencegah kehamilan remaja di SMA Negeri 1 Sigli, Kabupaten Pidie. Metode yang digunakan berupa pendidikan kesehatan reproduksi berbasis pendekatan interaktif, termasuk diskusi kelompok, kuis, simulasi kasus, dan media audio-visual. Kegiatan dilaksanakan selama enam minggu dengan frekuensi dua kali per minggu, melibatkan 180 siswa sebagai subjek penelitian yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test, observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi kegiatan. Analisis data kuantitatif dilakukan dengan statistik deskriptif dan uji paired t-test, sedangkan data kualitatif dianalisis melalui content analysis. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada seluruh aspek yang diukur, yaitu pengetahuan kesehatan reproduksi meningkat 54,5%, keterampilan komunikasi 36,7%, dan sikap positif terhadap kesehatan reproduksi 37,9%. Temuan ini menegaskan bahwa metode interaktif efektif dalam meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan kesadaran remaja terkait kesehatan reproduksi, sekaligus membekali mereka untuk mengambil keputusan yang lebih bertanggung jawab. Pendidikan kesehatan reproduksi interaktif dapat dijadikan strategi preventif di sekolah untuk mencegah kehamilan usia sekolah dan membentuk remaja yang berdaya, berpengetahuan, dan mampu menjaga kesehatan reproduksi secara mandiri.
Referensi
Ali, A. (2020). Metode Pengumpulan Data Penelitian Musik Berbasis Observasi Auditif. 2(2), 85–93.
Djuwitaningsih, S., & Setyowati. (2017). The development of an interactive health education model based on the Djuwita application for adolescent girls. Comprehensive Child and Adolescent Nursing. https://doi.org/10.1080/24694193.2017.1386986
Kirby, D. B., Laris, B. A., & Rolleri, L. A. (2007). Sex and HIV education programs: Their impact on sexual behaviors of young people throughout the world. Journal of Adolescent Health, 40(3), 206–217. https://doi.org/10.1016/j.jadohealth.2006.11.143
Nurhaliza, S., Budistira, P., Agustin, A., & Haliza, U. (2025). Repro-Care : Penguatan Edukasi Interaktif dan Kampanye Peduli Kesehatan Reproduksi Remaja di SMP Negeri 3 Sungai Raya. 4(3), 857–867.
UNESCO. (2018). International technical guidance on sexuality education: An evidence-informed approach (Revised ed.). UNESCO.
Pipitcahyani, T. I., Husni, E., Isfentiani, D., Chandra, D. N., Ginarsih, Y., & Farida, S. (2025). Pemberdayaan Kader tentang Pentingnya Kesehatan Reproduksi dan Gizi Remaja dalam Upaya Pencegahan Stunting. 9(4), 682–689.
Prasetyo, B., Prasetyo, M. R., Izza, A., Dinah, Z., Cahyaningtyas, F. E., Rizal, M. M., & Putri, F. (2024). Pemberdayaan Remaja untuk Peningkatan Kesehatan Reproduksi Melalui Program SAMBA ( Bersama Remaja Tuban Bangun Bangsa ). 2(10), 4860–4867.
Pratiwi, E. D., Nur, S., Jamillah, A., & Naingalis, A. L. (2026). Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja oleh Tenaga Kebidanan untuk Menurunkan Risiko Kehamilan Tidak Diinginkan ( KTD ) dan Infeksi Menular Seksual ( IMS ) 3(1), 36–43.
Qurniasih, N., Wati, D. A., Mardiyah, H. A., & Salsabila, A. (2025). Program Korega Berbasis Digital Sebagai Strategi Peningkatan Kesehatan Reproduksi di Posyandu Remaja Tegalsari Gadingrejo. 4(4), 1727–1732.
Rahayu, N. A., & Fitria, S. (2026). Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja Putri untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Sikap Positif di Era Digital pada Siswi SMA Negeri 1 Kota Dumai. 10(1).
Ratri, T. H., Pramesti, D., Akbar, I., Hadijah, S., & Alfiah, N. I. (2026). Pemberdayaan Remaja Melalui Kesehatan Reproduksi. 5(2), 265–271.
Rhamadianto, M. I., & Mar, N. (2025). Room of Civil Society Development Edukasi Kesehatan Permasalahan Remaja Reproduksi sebagai Upaya Preventif. 4(5), 769–778.
Saputri, R. E., Negeri, U. H., & Korespondensi, P. (2025). Peningkatan Pengetahuan Remaja tentang Stunting melalui Edukasi Interaktif di Sekolah. 8(1), 70–83.
Simanjuntak, P., Surbakti, I., Sembiring, I., & Marlina, L. (2024). PENCEGAHAN KEHAMILAN USIA DINI DI PUSKESMAS BESTARI TAHUN 2024. 2(4), 1315–1319.
Widyawati, S. A., Waluyo, U. N., & Kota, U. (2018). Pendidikan Kesehatan Reproduksi Dengan MPI ( Media Pembelajaran Interaktif ) Untuk Meningkatkan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Pada Remaja SMA. 1(1), 1–6.
Yunus, M., Amelia, D., Suprobo, N. R., Devi, T., Athallah, R. F., Andi, M., Billah, A., & Aurellia, R. (2025). PROMOTIF : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat PROTEKSI : Program edukasi dan konseling terintegrasi untuk remaja sebaya tentang kesehatan reproduksi PROTEKSI : An integrated education and counseling program for adolescents on reproductive health Info 5, 150–162.
World Health Organization. (2011). WHO guidelines on preventing early pregnancy and poor reproductive outcomes among adolescents in developing countries. World Health Organization.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Idawati, Vitrilina Hutabarat, G.F. Gustina Siregar, Nur Mala Sari, Yuliana

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.

