Mimikri dan Ambivalensi Tokoh Sarina dalam Cerpen Mata-Mata Karya Yin Ude: Analisis Poskolonial

Penulis

  • Poppy Adelia Adisty Universitas Negeri Medan
  • Nur Syakila Universitas Negeri Medan
  • Andini Aulia Distira Universitas Negeri Medan
  • Ines Amelia Universitas Negeri Medan
  • Lolo Mesliana Cibro Universitas Negeri Medan
  • Aulia Uswatun Siagian Universitas Negeri Medan
  • Tessalonika Simangunsong Universitas Negeri Medan

DOI:

https://doi.org/10.61253/abdicendekia.v5i2.792

Kata Kunci:

Ambivalensi, Cerpen Mata-Mata, Homi K. Bhabha, Mimikri, Poskolonial

Abstrak

Penelitian ini mengkaji bentuk mimikri dan ambivalensi tokoh Sarina dalam cerpen Mata-Mata karya Yin Udemelalui perspektif poskolonial Homi K. Bhabha. Identitas tokoh dalam cerpen tersebut dibentuk oleh relasi kuasa antara masyarakat terjajah dan budaya kolonial. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk mimikri serta ambivalensi yang dialami Sarina sebagai dampak kolonialisme. Metode yang digunakan adalahdeskriptif kualitatif dengan pendekatan poskolonial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sarina melakukan mimikri melalui pola pikir, sikap, dan perilaku yang menyerupai budaya kolonial sebagai upaya menyesuaikan diri terhadap kekuasaan dominan. Namun, peniruan tersebut tidak sepenuhnya menjadikan Sarina bagian dari pihak penjajah karena ia tetap mengalami konflik identitas dan keraguan batin. Ambivalensi tokoh tampakpada sikapnya yang menerima pengaruh kolonial, tetapi di sisi lain masih mempertahankan prinsip serta identitas pribumi. Dengan demikian, cerpen Mata-Mata merepresentasikan bahwa kolonialisme tidak hanya berorientasi pada penguasaan wilayah, melainkan juga memengaruhi cara berpikir dan pembentukan identitas masyarakat terjajah.

Referensi

Abdullah, Risen Dhawuh dan Ilham Rabbani. “Identitas Tokoh Pribumi dalam Cerpen Penunjuk Jalan Karya Iksaka Banu: Kajian Pascakolonial Homi K. Bhabha.” MIMESIS. https://journal2.uad.ac.id/index.php/ mimesis/article/view/5247

Ashcroft, Bill, dkk. 2003. Menelanjangi Kuasa Bahasa. Teori dan Praktik Poskolonial (terjemahan: Suwandi dan Agus Mokamat). Yogyakarta: Qalampress.

Bhabha, Homi K. (1994). The Location of Culture. https://archive.org/details/locationof cultur00bhab

Berliana, Bella, dan D.R.C. Agustyowati. 2023. “Hibriditas, Mimikri dan Ambivalensi dalam Buku Kumpulan Cerpen Berburu Buaya di Hindia Timur Karya Risda Nur Widia.” Kajian Linguistik dan Sastra, Vol. 8(1), hlm. 24–45.

Damono, Sapardi Djoko. Sosiologi Sastra: Sebuah Pengantar Ringkas. https://opac.perpusnas.go.id/DetailO pac.aspx?id=605891

Damono, S. D. (2006). Pengarang, karya sastra dan pembaca. LiNGUA: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra, 1(1).

Efendi, A. N. (2016). Membaca Resistensi terhadap Kolonialisme dalam Cerpen "Samin Kembar‟ Karya Triyanto Triwikromo. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 16(2), 225–234. https://doi.org/10.17509/bs_jpbsp.v1 6i2.4484

Faisal, Mahmudah, dan Aprilia. “Dampak Kolonialisme Pembentukan Identitas Budaya Indonesia dalam Novel Njai Kedasih: Poskolonial Homi Bhabha.” Titik Dua: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. https://ojs.unm.ac.id/titikdua/article/ view/24068/0.

Harahap, Muharina. “Ambivalensi: Cara Baru Memahami Identitas Post-Kolonialisme Budaya Indonesia.” SASDAYA: Gadjah Mada Journal of Humanities. https://jurnal.ugm.ac.id/sasdayajourn al/article/view/27786/0

Iswalono, S. (2010). Resistensi dan Respon Etnik Afro-Amerika Atas Majinalisasi Etnik Anglo-Amerika dalam Puisi-Puisi Karya Hugges. Jurnal Litera, 13(155–168). https://doi.org/10.21831/ltr.v13i1.1910

Khoirunnisa, Alfi Nur, Riki Fernando, dan Ari Wibowo. 2024. “Refleksi Jejak Kolonialisme Jepang dalam Cerpen Bulik Rum Karya Suparto Brata: Kritik Sastra Poskolonial.” Sutasoma: Jurnal Sastra Jawa, Vol. 12(1).

Nisrina. “Wacana Poskolonialisme dalam Novel Keberangkatan Karya NH Dini.” AKSARABACA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya. https://journal.unas.ac.id/aksarabaca/ article/view/4332

Nugraheni, Eko Wardani dan Widayahening. (2020). "Hybridity, Mimicry and Ambivalence of Female Characters in Indonesia: A study from Postcolonial Novel". International Journal of Innovation, Creativity and Change. Volume 12, Nomor 1. Hlm. 419-431.

Ratna, Nyoman Kutha. Paradigma Sosiologi Sastra. https://opac.perpusnas.go.id/DetailO pac.aspx?id=217053

Ratna, Nyoman Kutha. (2013). Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Sidiq, Umar dan Moh. Miftachul Choiri. Metode Penelitian Kualitatif di Bidang Pendidikan.

Sultoni, A., & Utomo, H. W. (2021). Hibriditas, mimikri, dan ambivalensi dalam cerpen Kupata dan Meneer Chastelein karya Rosyid H. Dimas: Kajian poskolonial. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 6(2), 112-118.

Yin Ude, Cerpen “Mata-Mata” 17 Januari 2026 https://www.bacapetra.co/mata-mata-cerpen-yin-ude/

Pramesti, F., Ahmadi, A., & Rizal, M. A. S. (2026). Hibriditas dan Ambivalensi pada Novel Kokoro Karya Natsume Souseki: Teori Poskolonial Homi K. Bhabha. Educational Journal, 1(4), 1184-1199.

Taula’bi’, D. S., Nensilianti, & Hajrah. (2021). Mimikri dan hibriditas dalam novel Tanah Surga Merah karya Arafat Nur (Tinjauan poskolonial). Indonesian Journal of Social and Educational Studies, 2(2), 128–138.

Mayasafa, S. A. (2026). Hibriditas, mimikri, dan ambivalensi dalam novel Negeri 5 Menara karya A. Fuadi: kajian poskolonial. Coretan Bahasa: Journal Indonesian Language and Literature, 1(1), 1-8.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-08

Cara Mengutip

Adisty, P. A., Syakila, N., Distira, A. A., Amelia, I., Cibro, L. M., Siagian, A. U., & Simangunsong, T. (2026). Mimikri dan Ambivalensi Tokoh Sarina dalam Cerpen Mata-Mata Karya Yin Ude: Analisis Poskolonial. Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(2), 1601–1611. https://doi.org/10.61253/abdicendekia.v5i2.792

Terbitan

Bagian

Artikel