Berburu Hasangapon di Perantauan: Logika Konversi Modal dan Histeresis Habitus dalam Film Ngeri-Ngeri Sedap

Penulis

  • Saibil Aprilia Putri Universitas Negeri Medan
  • Zai Alpris Wulandari Saragih Universitas Negeri Medan
  • Fadhilah Sabrina Zaylani Universitas Negeri Medan
  • Rini Syarifah Siregar Universitas Negeri Medan
  • Yusnika Sihite Universitas Negeri Medan
  • Ahmad Samhudi Universitas Negeri Medan
  • Tomi Arianto Universitas Negeri Medan
  • Heny Anggreini Universitas Negeri Medan

DOI:

https://doi.org/10.61253/abdicendekia.v5i2.791

Kata Kunci:

Berpikir Relasional, Bourdieu, Histerisis Habitus, Ngeri-Ngeri Sedap, Subversi

Abstrak

Studi ini menggunakan teori Arena Produksi Kultural Pierre Bourdieu untuk mengeksplorasi logika sosial di balik konflik antar generasi yang diterjemahkan dalam film Bene Dion Rajagukguk Ngeri-Ngeri Sedap (2022). Studi ini menyelidiki bagaimana para agen dalam arena keluarga Batak menciptakan, mempertahankan, dan mengubah klaim kebenaran. Hal ini dilakukan dengan menggunakan epistemologi “berpikir relasional”, atau berpikir relasional. Metode deskriptif kualitatif yang digunakan menggunakan sosiologi sastra (sosiologi produksi budaya). Data primer bersumber pada unit tekstual, yakni dialog, tindakan serta narasi pada film Ngeri-Ngeri Sedap. Merujuk pada temuan riset bahwa: (1) Arena keluarga Batak berfungsi sebagai arena pertarungan modal simbolik yang dipimpin oleh dominasi patriarki dominan; (2) Terjadi fenomena habitus histeresis pada generasi tua (Pak Domu) yang berbenturan dengan habitus kosmopolitan generasi muda (Domu dan Sarma); (3) Tokoh Gabe mengubah strategi dengan menggunakan rumus praktik= (Habitus × Modal) + Arena untuk memperoleh legitimasi di arena dengan menggunakan modal budaya (gelar hukum). Studi ini menunjukkan bahwa konflik keluarga modern bukan hanya masalah komunikasi; itu adalah konflik struktural antar-kebiasaan yang memerlukan perundingan kembali ruang tradisi di tengah arus modernitas.

Referensi

Bourdieu, P. (1984). Distinction: A Social Critique of the Judgement of Taste. Harvard University Press.

Bourdieu, P. (1989). Social space and symbolic power. Sociological Theory, 7(1), 14–25. https://doi.org/10.2307/202060

Bourdieu, P. (1993). The Field of Cultural Production: Essays on Art and Literature. Columbia University Press.

Bourdieu, P., & Wacquant, L. J. D. (1992). An Invitation to Reflexive Sociology. University of Chicago Press.

Rajagukguk, B. D. (Sutradara). (2022). Ngeri-Ngeri Sedap [Film]. Imajinari; Visionari Film Fund.

Saputra, A. (2022). Representasi konflik budaya dan dinamika keluarga batak dalam sinema kontemporer Indonesia. Jurnal Kajian Media dan Sinema, 5(2), 112–125.

Setiawan, B. (2022). Kritik sosiologis atas struktur patriarki dalam film komedi drama domestik. Jurnal Sosiologi Kebudayaan Indonesia, 14(1), 45–59.

Speller, J. (Ed.). (2012). Bourdieu and the Literary Field. Edinburgh University Press.

Webb, J., Schirato, T., & Danaher, G. (2002). Understanding Bourdieu. Sage Publications.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-08

Cara Mengutip

Putri, S. A., Saragih, Z. A. W., Zaylani, F. S., Siregar, R. S., Sihite, Y., Samhudi, A., Arianto, T., & Anggreini, H. (2026). Berburu Hasangapon di Perantauan: Logika Konversi Modal dan Histeresis Habitus dalam Film Ngeri-Ngeri Sedap. Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(2), 1594–1600. https://doi.org/10.61253/abdicendekia.v5i2.791

Terbitan

Bagian

Artikel