Klinik Komunikasi Publik: Mengatasi Kecemasan Berbicara Melalui Pelatihan MC dan Public Speaking pada Mahasiswa FISIP UPNVJ
DOI:
https://doi.org/10.61253/abdicendekia.v5i2.752Kata Kunci:
Kecemasan Berbicara, Klinik Komunikasi, Master of Ceremony, Public SpeakingAbstrak
Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) dituntut untuk memiliki kemampuan komunikasi publik yang persuasif sebagai modalitas profesional. Namun, realitas di lapangan menunjukkan tingginya tingkat kecemasan berbicara (public speaking anxiety) yang menghambat aktualisasi diri mahasiswa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mereduksi kecemasan tersebut sekaligus meningkatkan keterampilan teknis Master of Ceremony (MC) dan public speaking pada mahasiswa FISIP Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ). Program ini menggunakan pendekatan Experiential Learning berformat "Klinik" yang melibatkan 40 peserta, dengan tahapan berupa diagnosis, intervensi taktis, simulasi, dan pemberian umpan balik konstruktif (constructive feedback). Evaluasi efektivitas program diukur menggunakan metode campuran (mixed-methods), dengan instrumen kuantitatif yang mengadaptasi Personal Report of Public Speaking Anxiety (PRPSA). Hasil pengolahan data menunjukkan pergeseran tingkat kecemasan yang sangat drastis; kategori kecemasan tinggi turun secara ekstrem dari 60% pada fase pre-test menjadi hanya 5% pada fase post-test, sementara kategori kecemasan rendah melonjak dari 10% menjadi 75%. Secara kualitatif, peserta menunjukkan transformasi teknis yang signifikan dalam hal artikulasi, penguasaan panggung, dan adaptasi penggunaan perangkat digital sebagai cue card. Disimpulkan bahwa intervensi klinis ini terbukti efektif mendekonstruksi mental block peserta dan membekali mereka dengan kompetensi komunikasi yang krusial untuk kesiapan karier dan personal branding
Referensi
Alawiyah, D., Nurasmi, N., Asmila, N., & Fatasyah, R. (2022). Upaya meningkatkan kepercayaan diri terhadap kecemasan berbicara di depan umum pada mahasiswa. RETORIKA: Jurnal Kajian Komunikasi Dan Penyiaran Islam, 4(2), 104–113.
Ali, L. F., & Ali, S. F. (2026). Public Speaking Anxiety in Academic Contexts: A Biopsychosocial Analysis and Emerging Interventions. IARS’International Research Journal, 16(1).
Gallego, A., McHugh, L., Penttonen, M., & Lappalainen, R. (2022). Measuring public speaking anxiety: Self-report, behavioral, and physiological. Behavior Modification, 46(4), 782–798.
Kristina, D. (2023). Public Speaking untuk MC (Master of Ceremony)(Strategi Meningkatkan Skill Komunikasi Pada Mahasiswa). Medium, 11(2), 64–77.
Pole, K., & McGee, M. (2026). Experiential learning. In Teaching and Learning in Higher Education (pp. 51–63). Springer.
Puspitasari, N. (2023). Peningkatan kapasitas mahasiswa melalui pelatihan public speaking. Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi, 2(2), 89–96.
Selwen, P., Lisniasari, L., & Rahena, S. (2021). Pengaruh kepercayaan diri terhadap kemampuan public speaking mahasiswa. Jurnal Pendidikan Buddha Dan Isu Sosial Kontemporer (JPBISK), 3(2), 63–69.
Zhang, Y., Li, Y., & Mai, X. (2023). Fear of negative evaluation modulates the processing of social evaluative feedback with different valence and contexts. Cerebral Cortex, 33(8), 4927–4938.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Hartika Arbiyanti, Surfian Rahmat AP, Hendika Dwinanda Wicaksana

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.

