Penguatan Identitas dan Karakter Perempuan melalui Kegiatan Putri Luwes: Pendekatan Intergenerasional dalam Peringatan Hari Kartini Di Desa Panjunan Sukodono Sidoarjo

Penulis

  • Nailul Ulah Al Chumairoh Machfud Universitas Sunan Giri Surabaya, Sidoarjo
  • Agus Setyawanto Universitas Sunan Giri Surabaya, Sidoarjo
  • Ita Ayu Wulandari Universitas Sunan Giri Surabaya, Sidoarjo

DOI:

https://doi.org/10.61253/abdicendekia.v5i2.741

Kata Kunci:

perempuan, karakter, intergenerasional, Putri Luwes, Hari Kartini

Abstrak

Penelitian pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengkaji penguatan identitas dan karakter perempuan melalui kegiatan Putri Luwes dalam rangka memperingati Hari Kartini. Kegiatan ini melibatkan peserta perempuan dari rentang usia 20 hingga 65 tahun dengan latar belakang pendidikan dan status sosial yang beragam. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan observasi langsung serta refleksi interaktif selama proses kegiatan berlangsung. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kegiatan Putri Luwes menjadi ruang intergenerasional yang memungkinkan terjadinya pertukaran nilai antara perempuan muda dan perempuan dewasa. Peserta usia 20–35 tahun cenderung menampilkan ekspresi diri yang lebih dinamis, sementara peserta usia 40–65 tahun lebih menekankan nilai kesopanan, pengalaman hidup, dan kestabilan emosi sebagai bentuk keluwesan. Interaksi ini membentuk proses negosiasi identitas perempuan yang tidak hanya berbasis performativitas, tetapi juga nilai-nilai sosial dan budaya lokal. Kegiatan ini berkontribusi dalam memperkuat karakter perempuan, khususnya dalam aspek kepercayaan diri, komunikasi, dan pemaknaan nilai “luwes” secara lebih kontekstual. Dengan demikian, kegiatan Putri Luwes dapat menjadi media pemberdayaan perempuan berbasis budaya yang relevan dalam penguatan identitas perempuan di masyarakat.

Referensi

Butler, J. (1990). Gender trouble: Feminism and the subversion of identity. Routledge.

Connell, R. W. (2005). Masculinities (2nd ed.). University of California Press.

Freire, P. (1970). Pedagogy of the oppressed. Continuum.

Geertz, C. (1973). The interpretation of cultures. Basic Books.

hooks, b. (2000). Feminism is for everybody: Passionate politics. South End Press.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. (2022). Pembangunan pemberdayaan perempuan di Indonesia. KemenPPPA.

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar ilmu antropologi. Rineka Cipta.

Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.

Nussbaum, M. C. (2011). Creating capabilities: The human development approach. Harvard University Press.

Sen, A. (1999). Development as freedom. Oxford University Press.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

UN Women. (2020). Women’s empowerment principles. United Nations Entity for Gender Equality and the Empowerment of Women.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-06

Cara Mengutip

Machfud, N. U. A. C., Setyawanto, A., & Wulandari, I. A. (2026). Penguatan Identitas dan Karakter Perempuan melalui Kegiatan Putri Luwes: Pendekatan Intergenerasional dalam Peringatan Hari Kartini Di Desa Panjunan Sukodono Sidoarjo. Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(2), 1563–1572. https://doi.org/10.61253/abdicendekia.v5i2.741

Terbitan

Bagian

Artikel