Dinamika In-Group dan Stigma Out-Group dalam Pembentukan Self-Esteem Anak Asuh: Studi tentang Rekonstruksi Identitas Sosial di Rumah Peduli Yatim

Penulis

  • Novita Sani Universitas Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.61253/abdicendekia.v5i2.686

Kata Kunci:

Anak Asuh, Identitas Sosial, In-Group, Konsep Diri, Out-Group, Self-Esteem, Stigma Sosial

Abstrak

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya dinamika in-group dan stigma out-group yang memengaruhi pembentukan self-esteem anak asuh di Rumah Peduli Yatim. Anak asuh cenderung merasa aman, diterima, dan memiliki solidaritas yang kuat di lingkungan panti asuhan sebagai kelompok in-group. Namun, ketika berinteraksi dengan masyarakat luar sebagai out-group, mereka menghadapi stigma sosial, kategorisasi sosial, serta penilaian negatif yang memunculkan konflik identitas, rasa minder, dan rendah diri. Selain faktor eksternal, rendahnya self-esteem juga dipengaruhi oleh konsep diri negatif yang terbentuk dari cara anak asuh memandg dirinya sendiri dan kelompoknya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika in-group dan stigma out-group dalam pembentukan self-esteem anak asuh melalui perspektif teori identitas sosial Henri Tajfel dan teori konsep diri. Fokus penelitian diarahkan pada proses rekonstruksi identitas sosial anak asuh dalam menghadapi pengaruh lingkungan sosial di dalam maupun di luar panti asuhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi langsung dan studi literatur. Data diperoleh melalui pengamatan terhadap interaksi sosial anak asuh di lingkungan Rumah Peduli Yatim serta interaksi mereka dengan masyarakat luar. Subjek penelitian terdiri dari 25 anak asuh dengan rentang usia 4 tahun hingga remaja tingkat SMA kelas XII .Data kemudian dianalisis menggunakan konsep identitas sosial Tajfel yang meliputi kategorisasi sosial, identifikasi kelompok, dan perbandingan sosial, serta teori konsep diri yang menjelaskan pembentukan penilaian individu terhadap dirinya melalui pengalaman sosial dan interpretasi pribadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panti asuhan berfungsi sebagai in-group yang memberikan dukungan emosional, rasa memiliki, dan solidaritas kolektif bagi anak asuh. Kondisi tersebut membantu meningkatkan self-esteem dan membentuk identitas sosial yang lebih positif. Namun demikian, stigma sosial dari masyarakat luar dan konsep diri negatif yang masih berkembang dalam diri anak asuh tetap menjadi faktor yang memunculkan rasa rendah diri, keterasingan sosial, dan konflik identitas. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa lingkungan sosial yang suportif serta pembentukan konsep diri positif memiliki peran penting dalam proses rekonstruksi identitas sosial dan pembentukan self-esteem anak asuh di panti asuhan.

Referensi

Agustina, V. F. (2023). Meningkatkan self-esteem pada remaja putri di panti asuhan. JANITA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(2), 59–65. https://doi.org/10.36563/pengabdian.v3i2.821

Fathiya, C. K., Sianturi, G. P., Wulandari, P., Rahmi, S., Adila, R. D., & Oktarina, Y. (2025). Peningkatan self-esteem dan self-efficacy anak panti asuhan Abul Hasan melalui program LOKER. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara, 6(1), 3969–3976. https://doi.org/10.55338/jpkmn.v6i1.5566

Harahap, M. (2025). Efforts to improve students’ self-esteem through group guidance services with the problem-based learning method. Indonesian Counseling and Psychology, 5(2), 365–372. https://doi.org/10.24114/icp.v5i2.65951

Husna, H. A., Ardimen, A., Sisrazeni, S., & Rahayu, S. P. Z. (2022). Hubungan antara Self Esteem dan Self Confidence Remaja Panti Asuhan. Jurnal Consulenza: Jurnal Bimbingan Konseling Dan Psikologi, 5(1), 12-22. https://doi.org/10.56013/jcbkp.v5i1.1271

Joshi, S., & Sokhey, G. (2021). Enhancing Self-esteem of Children through Emotional Intelligence Intervention Approach. Indian Journal of Positive Psychology, 12(4), 367-371. https://www.proquest.com/openview/dcbbaff3ece45dbda9886685ea1b e58b/1?pq-origsite=gscholar&cbl=2032133

Mas’ud, M. A., & Slamet, S. (2024). Peran Orang Tua dalam Meningkatkan Self-esteem pada Anak Usia Sekolah. Munaqasyah: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pembelajaran, 6(2), 98-108. https://ejournal.unismar.ac.id/index.php/munaqosyah/article/view/1 86

Mizan, M., & Uce, L. (2025). Pengelolaan Emosi Negatif dalam Konteks Pendidikan Remaja. Educational Studies and Research Journal, 2(1), 37 47. https://doi.org/10.60036/ah05w331

Prasetyo, B., & Wijaya, S. (2023). Tantangan Pendidikan Karakter di Lembaga Kesejahteraan Sosial. Jurnal Pendidikan Karakter, 12(1), 30-45.

Sani, T., & Jawandi, A. (2025). Effectiveness of the experiential learning model in improving self-esteem in vocational high school students. Sosioedukasi: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan dan Sosial, 14(2), 780 786. https://doi.org/10.36526/sosioedukasi.v14i1.5469

Siringo Ringo SS, Waruwu N. Strategi pendidikan agama Kristen untuk generasi Z. 1st ed. Indonesia: PT Mafy Media Literasi Indonesia; 2025. 105

Suhariyanto, N. E., Susilo, D., & Tedjawidjaja, D. (2024). Efektivitas Pelatihan Self-Awareness untuk Meningkatkan Harga Diri Remaja Panti Asuhan. Experientia: Jurnal Psikologi Indonesia, https://doi.org/10.33508/exp.v12i1.5355 12(1), 17-33.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-23

Cara Mengutip

Sani, N. (2026). Dinamika In-Group dan Stigma Out-Group dalam Pembentukan Self-Esteem Anak Asuh: Studi tentang Rekonstruksi Identitas Sosial di Rumah Peduli Yatim. Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(2), 1187–1194. https://doi.org/10.61253/abdicendekia.v5i2.686

Terbitan

Bagian

Artikel