Pengembangan Literasi Anak Pasca-Banjir Melalui Metode Storytelling: Studi Pendampingan di Sekolah Darurat
DOI:
https://doi.org/10.61253/abdicendekia.v5i2.669Kata Kunci:
Banjir Aceh Tamiang, Literasi Anak, Sekolah Darurat, Storytelling, Trauma HealingAbstrak
Banjir yang terjadi di Kabupaten Aceh Tamiang pada akhir tahun 2025 memberikan dampak besar terhadap kehidupan masyarakat, termasuk terganggunya aktivitas pendidikan anak. Kondisi sekolah yang terdampak banjir menyebabkan proses belajar mengajar tidak berjalan optimal sehingga anak mengalami penurunan motivasi belajar dan keterbatasan akses literasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan literasi anak pasca-banjir melalui metode storytelling pada sekolah darurat. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan 45 anak usia sekolah dasar di lokasi pengungsian dan sekolah darurat terdampak banjir. Metode pelaksanaan meliputi observasi kebutuhan anak, penyusunan media cerita berbasis edukatif dan psikososial, pelaksanaan storytelling interaktif, pendampingan membaca dan menulis sederhana, serta evaluasi kegiatan. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa metode storytelling mampu meningkatkan minat belajar, kemampuan menyimak, keberanian berbicara, serta partisipasi anak dalam aktivitas literasi. Selain itu, kegiatan storytelling membantu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan mendukung pemulihan psikologis anak pascabencana. Pendampingan sekolah darurat melalui storytelling menjadi alternatif strategi pembelajaran yang efektif dalam menjaga keberlangsungan pendidikan anak pada situasi darurat bencana banjir.Referensi
Abidin, Y. (2013). Strategi Mendongeng Kreatif, Cerdas dan Edutaimen. Cakrawala Dini: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(1). https://doi.org/https://doi.org/10.17509/cd.v4i1.10379
Abubakar, R. (2021). Pengantar Metodologi Penelitian.
Cacciari, M. (2005). Nomes De Lugar : Confim. Revista de Letras, 45(1), 13–22. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.ijedudev.2021.102485
Chambers, R. (1994). Participatory Rural Appraisal (PRA): Analysis of Experience *. World Development, 22(9), 1253–1268. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/0305-750X(94)90003-5
Cowley, Anya, Snider, & Leslie. (2018). Healing and Recovery Through Education in Emergencies. https://resourcecentre.savethechildren.net/pdf/_ecw_briefing_aw.2_lr_1.pdf
Dalrymple, K. A. (2019). Mindful Learning : Early Childhood Care and Development for Refugee Children in Tanzania. Journal on Education in Emergencies, 5(1), 133–155. https://doi.org/https://doi.org/10.33682/37cx-3017 REFERENCES:
Hidayati, Y. (2020). Disaster Risk Reduction Education through Storytelling for Pre-School Children : A Case Study of Storytellers ’ Local Community in Lombok , West Nusa Tenggara. Advances in Social Science, Education and Humanities Research, 454(Ecep 2019), 285–290. https://doi.org/https://doi.org/10.2991/assehr.k.200808.056
Isbell, R., Sobol, J., Lindauer, L., & Lowrance, A. (2004). The Effects of Storytelling and Story Reading on the Oral Language Complexity and Story Comprehension of Young Children. Early Childhood Education Journal, 32(3). https://doi.org/https://doi.org/10.1023/B:ECEJ.0000048967.94189.a3
Mahriza, R., Veryawan, Tursina, A., & Damanik, S. A. (2024). Enhancing Language Development: How Storytelling Helps Children With Speech Delays. IJIGAED: Indonesian Journal of Islamic Golden Age Education, 5(1), 98–107.
Matsuura, K. (2006). Literacy Initiative For Empowerment (LIFE), 2005-2015. Vision and Strategy Paper. Second Edition.
Meliala, S. M. S., Afwina, R., & Nasution, M. (2025). Storytelling Sebagai Metode Trauma Healing pada Anak Pasca Bencana Alam di Kabupaten Karo. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri), 9(3), 1–6. https://doi.org/https://doi.org/10.31764/jmm.v9i3.30645
Nurmiati. (2026). Trauma Healing Berbasis Aktivitas Bermain untuk Pemulihan Psikologis Siswa Pascabencana Banjir Bandang. Global Research and Innovation Journal (GREAT), 2(1), 516–522.
Pratiwi, S. H. (2021). Upaya Meningkatkan Literasi Membaca di Masa Pandemi Melalui Kegiatan Seminggu Sebuku. FITRAH, 3(1), 27–48. https://doi.org/https://doi.org/10.22373/fitrah.v3i1.835
Rahimah, F. Y., & Izzaty, R. E. (2018). Developing Picture Story Book Media for Building the Self-Awareness of Early Childhood Children. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 2(2), 219–230. https://doi.org/10.31004/obsesi.v2i2.102
Rahmawati1, E., Putro, S. H. S., Wahyudi, R., Hariyono, Y., & Citantya, H. (2025). Meningkatkan Minat Baca Pada Anak Sekolah Dasar Melalui Kegiatan Storytelling. Journal of Public Transportation Community, 04(02), 86–96. https://doi.org/https://doi.org/10.46491/jptc.v5i2.2144
Rini, S. A. S., & Mahabbati, A. (2025). Storytelling Based on Contextual Learning with Hand Puppets in Early Childhood Language Development. Indonesian Journal of Innovation Studies, 26(4). https://doi.org/10.21070/ijins.v26i4.1690
Sayogie, F. (2022). Strengthening Indonesian Literacy through Folklore Storytelling. Jurnal Pendidikan Tambusai, 6(1), 4333–4339. https://doi.org/https://doi.org/10.31004/jptam.v6i1.3541
Veronica, L. B., Suwindia, I. G., & Winangun, I. M. A. (2025). Pengaruh Pendekatan Kontekstual Berorientasi Role Playing Cerita Cupak Gerantang terhadap Perkembangan Literasi. JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 8(2), 1800–1805. https://doi.org/https://doi.org/10.54371/jiip.v8i2.6937

