Perkembangan Tarekat Dalam Islam Analisis Historis Dan Rekonstruktif Serta Implikasinya Terhadap Kehidupan Keagamaan Kontemporer
DOI:
https://doi.org/10.61253/abdicendekia.v5i2.608Kata Kunci:
Tarekat, Tasawuf, Sejarah Islam, Rekonstruksi Pemikiran, Spiritualitas KontemporerAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan tarekat dalam Islam melalui pendekatan historis dan rekonstruktif serta mengkaji implikasinya terhadap kehidupan keagamaan kontemporer. Tarekat dipahami sebagai manifestasi praksis tasawuf yang berfungsi sebagai jalan spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui pembinaan jiwa, bimbingan mursyid, dan praktik dzikir yang terstruktur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) yang bersumber dari kitab-kitab klasik tasawuf, karya ilmiah kontemporer, serta artikel jurnal relevan, dengan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tarekat memiliki fondasi spiritual yang kuat dalam tradisi klasik Islam sebagaimana tercermin dalam karya Al-Ghazali, Al-Qusyairi, dan Ibn Ata Allah yang menekankan tazkiyatun nafs, maqamat, dan ahwal sebagai inti perjalanan spiritual. Secara historis, tarekat berkembang menjadi institusi sosial-keagamaan pada abad pertengahan melalui berbagai aliran seperti Qadiriyah, Naqsyabandiyah, dan Syadziliyah yang berperan dalam penyebaran Islam dan pembinaan masyarakat. Namun, tarekat juga menghadapi kritik terkait praktik yang dianggap menyimpang serta tantangan modernitas dan sekularisasi. Di sisi lain, tarekat mengalami transformasi melalui digitalisasi dan reinterpretasi nilai-nilai spiritual seperti ikhlas, sabar, dan tawakal dalam konteks kehidupan modern. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tarekat tetap relevan dalam penguatan spiritualitas kontemporer sebagai sarana pembinaan individu dan penguatan solidaritas sosial di tengah krisis spiritual masyarakat modern.
Referensi
Alatas, I. (2022). Spiritual consciousness dalam tradisi tasawuf Islam. Jurnal Studi Islam Kontemporer, 14(2), 115–130.
Al-Ghazali, A. H. (t.t.). Ihya’ Ulum al-Din. Beirut: Dar al-Fikr.
Al-Qushayri, A. K. (2020). Al-Risalah al-Qusyairiyah fi ‘Ilm al-Tasawwuf. Kairo: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah.
Azra, A. (2021). Jaringan ulama Timur Tengah dan Nusantara. Jakarta: Kencana.
Bruinessen, M. van. (2021). Tarekat dan Islam di Indonesia. Yogyakarta: LKIS.
Chittick, W. C. (2021). Sufism: A beginner’s guide. Oxford: Oneworld Publications.
Ernst, C. W. (2021). Sufism and the modern Islamic world. London: Routledge.
Fathurahman, O. (2020). Tarekat dan pembentukan solidaritas sosial di Nusantara. Studia Islamika, 27(1), 55–78.
Fauzi, M. (2023). Tasawuf dan kesehatan mental masyarakat modern. Jurnal Psikologi Islam, 10(1), 33–49.
Griffel, F. (2021). Al-Ghazali’s philosophical theology. Oxford: Oxford University Press.
Hakim, L. (2020). Spiritualitas digital dan krisis makna dalam masyarakat modern. Jurnal Filsafat Islam, 8(2), 101–118.
Hefner, R. W. (2020). Islam and civic engagement in Southeast Asia. Princeton: Princeton University Press.
Hidayah, N. (2024). Dzikir dan kesehatan psikologis dalam perspektif tasawuf. Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 12(1), 45–60.
Howell, J. D. (2020). Sufism, modernity, and the digital turn. Journal of Islamic Studies, 31(3), 289–310.
Howell, J. D. (2021). Modern Islam and spiritual transformation. London: Routledge.
Ibn Ata Allah al-Sakandari. (2021). Al-Hikam. Kairo: Dar al-Ma’arif.
Karamustafa, A. T. (2020). Sufism: The formative period. Edinburgh: Edinburgh University Press.
Koenig, H. G. (2021). Religion, spirituality, and health: A review and update. International Review of Psychiatry, 33(5), 1–15.
Knysh, A. (2020). Sufism: A new history of Islamic mysticism. Princeton: Princeton University Press.
Nasr, S. H. (2020). Islamic spirituality: Foundations. New York: HarperCollins.
Nasution, M. (2021). Tazkiyatun nafs dalam Al-Qur’an dan implikasinya. Jurnal Ulumul Qur’an, 9(2), 77–92.
Pargament, K. I. (2020). Spiritually integrated psychotherapy. New York: Guilford Press.
Pratama, D. (2022). Tasawuf sebagai sistem pembinaan spiritual holistik. Jurnal Ilmu Tasawuf, 6(1), 22–38.
Rahman, F. (1984). Islam and modernity. Chicago: University of Chicago Press.
Rahmat, A. (2021). Tasawuf sebagai sistem spiritual integratif. Jurnal Studi Keislaman, 15(1), 11–27.
Sari, D. (2023). Praktik tasawuf dan kesehatan mental. Jurnal Psikologi Islam, 11(2), 90–105.
Schimmel, A. (2018). Mystical dimensions of Islam. Chapel Hill: University of North Carolina Press.
Sedgwick, M. (2020). Sufism: The essentials. Cairo: American University in Cairo Press.
Syamsuddin, A. (2021). Ikhlas dalam perspektif tasawuf dan pembentukan karakter. Jurnal Pendidikan Islam, 13(2), 120–136.
Trimingham, J. S. (2018). The Sufi orders in Islam. Oxford: Oxford University Press.
Vaughan-Lee, L. (2020). Spiritual ecology and Sufism. San Francisco: Golden Sufi Center.
Zarrabi-Zadeh, S. (2021). Sufi pedagogy and experiential learning. Comparative Islamic Studies, 17(1), 45–67.

