Inovasi “Rindu Besti” (Jaringan Posyandu Bebas Stunting) dengan “Kinandeku” sebagai Bentuk Gerakan Cegah Stunting di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Bungi
DOI:
https://doi.org/10.61253/abdicendekia.v5i2.594Kata Kunci:
Inovasi Rindu Besti, PMT “Kinandeku”, StuntingAbstrak
Stunting merupakan salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang serius baik secara global maupun nasional, terutama pada anak usia di bawah dua tahun akibat kekurangan gizi kronis. Salah satu strategi intervensi yang direkomendasikan adalah pemberian makanan tambahan (PMT) berbasis pangan lokal yang terjangkau dan sesuai dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Di wilayah kerja UPTD Puskesmas Bungi, masih ditemukan kasus weight faltering dan underweight pada baduta yang memerlukan intervensi gizi yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian makanan tambahan “Kinandeku” berbasis pangan lokal terhadap peningkatan status gizi baduta. Penelitian ini menggunakan pendekatan intervensi melalui pemberian PMT kepada 6 baduta yang mengalami weight faltering dan underweight selama 14 hari berturut-turut. Intervensi dilakukan dengan dua variasi menu “Kinandeku”. Pengukuran status gizi dilakukan menggunakan metode antropometri (berat badan dan tinggi badan) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 5 dari 6 baduta (83,3%) mengalami peningkatan status gizi menjadi normal. Rata-rata terjadi peningkatan berat badan sebesar 2,04 kg dan tinggi badan sebesar 6,4 cm. Satu subjek tidak dapat dievaluasi karena berpindah tempat tinggal. Temuan ini menunjukkan bahwa PMT “Kinandeku” efektif dalam meningkatkan status gizi baduta. Pemberian PMT “Kinandeku” berbasis pangan lokal terbukti efektif dalam meningkatkan status gizi baduta yang berisiko stunting. Intervensi ini berpotensi menjadi strategi berkelanjutan berbasis masyarakat dalam penanggulangan masalah gizi serta mendorong pemanfaatan pangan lokal secara optimal.Referensi
Andriansyah, A. A., Qomar, A. N. N., Dzururoh, K., Zahroh, L. A. F., & Sholikhah, L. N. A. (2023). Pemanfaatan Ikan Gabus Sebagai Upaya Pencegahan Stunting. Jurnal Pengabdian Masyarakat Isei, 1(2): 84–88.
Ahmad, L. H. (2024). PMT bahan makanan lokal pada balita gizi kurang di Desa Kuta Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah tahun 2023. Indonesian Journal of Public Health Research, 78, 78–85.
Dedi, F. S. (2024). Efektivitas pemberian makanan tambahan (PMT) dalam meningkatkan berat badan dan tinggi badan balita stunting di Kabupaten Bengkayang. Journal of Health Intervention Studies, 67, 67– 75.
Global Nutrition Report. (2023). The Burden of Malnutrition at A Glance Indonesia. Global Nutrition Report.
Hartati, Rika., Irda Fidrianny., & Alfiyani Fitri. (2023). Karakterisasi dan Penapisan Fitokimia Simplisia Wortel serta Review Kandungan Kimia dan Aktivitas Farmakologi Wortel (Daucus Carota L.). Acta Pharmaceutica Indonesia Vol. 48 No.2, hlm 12-25.
Iverson, D., Ahda Sabila, Yuwanda, A., Zhafira, B., Indriani, M., Imelda, R., C., & Hermawai, S., P. (2024). Upaya Meningkatkan Status Gizi Balita Untuk Pencegahan Stunting Melalui Pemberdayaan Kader Posyandu Dengan Nutraseutikal Daun Kelor. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(02), 7823–7830.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 dalam Angka. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Tabel Komposisi Pangan Indonesia.
Suantari, N., Marhaeni, G. and Lindayani, K. (2022). Hubungan Pemberian Makanan Tambahan dengan Peningkatan Berat Badan Bayi Usia 6-12 Bulan. Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery), 10(2), pp. 101–108.
Vitria Ramazana, C., Qadaru Alaydrus, S. (2024). Pengaruh Pemberian Makanan Tambahan Lokal Terhadap Status Gizi Pada Balita Gizi Kurang Di Puskesmas Simpang Tiga Aceh Besar. Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan, 11(11), pp. 2066-2072.
Sopiana, Rina., Yuslainiwati., & Tuti Murti. (2025). Pemanfaatan Beras Nutrizink sebagai Salah Satu Upaya Penurunan Angka Stunting melalui Program Pemberian Makanan Tambahan dan Makan Bergizi Gratis di Provinsi Sumatera Selatan. Jurnal Prosiding Seminar Nasional Ilmu Kesehatan, pp 21-30.

