Pelestarian Permainan Tradisional untuk Meningkatkan Kesadaran Budaya pada Siswa SD di Desa Naman
DOI:
https://doi.org/10.61253/abdicendekia.v5i2.578Kata Kunci:
Desa Naman, Kesadaran Budaya, Pelestarian Budaya, Permainan Tradisional, Siswa Sekolah DasarAbstrak
Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melestarikan permainan tradisional sebagai warisan budaya lokal sekaligus meningkatkan kesadaran budaya pada siswa SDN. 046417 Naman, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan tahapan observasi, wawancara, dokumentasi, demonstrasi, pelatihan, dan perlombaan permainan tradisional. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa permainan tradisional seperti egrang, lari batok, gasing, dan lompat karet mampu menumbuhkan nilai karakter pada siswa, antara lain sportivitas, kerja sama, kejujuran, serta ketekunan. Selain itu, keterlibatan siswa dalam permainan tradisional terbukti efektif untuk meningkatkan kesadaran budaya dan kebersamaan, sekaligus menjadi langkah awal untuk mengurangi ketergantungan anak terhadap gadget. Dengan demikian, pelestarian permainan tradisional dapat dijadikan media edukatif dan kultural dalam membentuk generasi muda yang berkarakter serta beridentitas budaya yang kuat.

