Menumbuhkan Moderasi Beragama melalui Gebyar Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Mekar Sari Raya

Penulis

  • Aida Dwi Lestari Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Pirda Khoriah Tumanggor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Abdullah Jalil Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Debi Ananda Putri Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Miranti Harahap Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Rindi Anggraini Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Atika Atika Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.61253/abdicendekia.v5i3.1298

Kata Kunci:

Moderasi Beragama, Maulid Nabi Muhammad SAW, Kuliah Kerja Nyata, Participatory Action Research, Toleransi

Abstrak

Desa Mekar Sari Raya di Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun, dihuni warga dengan latar agama yang beragam. Sebagian besar beragama Islam sementara sisanya beragama Kristen dan Katolik. Dalam kondisi seperti ini sikap saling menghargai perlu dirawat sejak dini terutama pada anak-anak dan remaja. Kegiatan disusun dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang dilengkapi Asset Based Community Development (ABCD) sehingga tokoh agama, pengurus masjid, guru MDTA dan warga ikut terlibat sejak perencanaan. Program berjalan dalam empat tahap yaitu perencanaan, sosialisasi, pelaksanaan dan evaluasi. Bentuknya berupa delapan jenis lomba bernuansa Islami dan acara puncak yang berisi pembacaan Maulid, tausiah dan pemberian hadiah. Hasil pengamatan lapangan menunjukkan kegiatan berjalan lancar, warga antusias, dan anak-anak berani tampil di depan umum. Kendala berupa keterlambatan penceramah dapat diatasi lewat koordinasi panitia. Program ini memperlihatkan bahwa tradisi keagamaan yang sudah hidup di tengah masyarakat dapat menjadi pintu masuk yang wajar bagi pendidikan moderasi beragama. Dampaknya terhadap sikap toleransi warga belum diukur secara kuantitatif sehingga perlu diteliti lebih lanjut.

Referensi

Alyanisa, F. (2026). Pendekatan KKN berbasis partisipasi dalam mengembangkan moderasi beragama melalui interaksi antaragama di Desa Simpang Siguragura, Toba. Nuras: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(3), 1125–1136. https://doi.org/10.36312/nuras.v6i3.1606

Astika, L., Darmayanti, N., Pratiwi, B., Nabani, A. A., & Simatupang, A. A. (2024). Strategi mahasiswa KKN dalam menyebarkan nilai-nilai moderasi beragama di masyarakat Desa Kwala Besar. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara, 5(4), 4836–4844. https://doi.org/10.55338/jpkmn.v5i4.4234

Datmi, M. A. R., Hasibuan, U. K. M., Silaen, P. A., Tanjung, S., Nafis, M. R. R., Polem, N. P. R., ... & Halim, M. (2025). Upaya Mahasiswa KKN UINSU 2025 dalam Menumbuhkan Moderasi Beragama pada Sikap Toleransi di Desa Besadi melalui Gebyar Kreasi dan Seni. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2), 306-313.

Husna, H. (2022). Moderasi beragama perspektif Al-Quran sebagai solusi terhadap sikap intoleran. Al-Mutsla, 4(1), 41–53.

Karo-Karo, I. R., Hutasuhut, M. M., Borotan, A., Andini, D., Hasugian, N., & Amelia, S. (2026). STRATEGI KOMUNIKASI ISLAM DALAM MODERASI BERAGAMA DAN PEDULI LINGKUNGAN SOSIAL DI DESA RAYA. AT-TAWASUL, 5(1), 1-14.

Kemmis, S., McTaggart, R., & Nixon, R. (2014). The action research planner: Doing critical participatory action research. Springer. https://doi.org/10.1007/978-981-4560-67-2

Kretzmann, J. P., & McKnight, J. L. (1993). Building communities from the inside out: A path toward finding and mobilizing a community's assets. ACTA Publications.

Mathie, A., & Cunningham, G. (2003). From clients to citizens: Asset-based community development as a strategy for community-driven development. Development in Practice, 13(5), 474–486. https://doi.org/10.1080/0961452032000125857

McTaggart, R. (1991). Principles for participatory action research. Adult Education Quarterly, 41(3), 168–187. https://doi.org/10.1177/0001848191041003003

Saepudin, S., Lutfiatin, D. I., Kristinawati, R., Nugoro, I. A., Pratama, M. H., Lestari, V., Astuti, E., Anggita, A., Amalia, S., Putriana, A., & Khansa, A. L. (2024). Peran mahasiswa KKN dalam mengurangi konflik sosial berbasis agama di Desa Lokasi Baru. Mestaka: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(4), 407–412. https://doi.org/10.58184/mestaka.v3i4.435

Sandelowski, M. (2000). Whatever happened to qualitative description? Research in Nursing & Health, 23(4), 334–340.

Wiguna, I. B., & Andari, I. A. (2023). Moderasi beragama solusi hidup rukun di Indonesia. Widya Sandhi: Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya, 14(1), 40–54.

Zuhri, M. K., Maulana, M. D., Mufti, M., & Safitri, R. M. (2023). Tolerance from below: Grassroots movement and interfaith collaboration for religious moderation in Indonesia. Jurnal Penelitian, 21(1), 1–18. https://doi.org/10.28918/jupe.v21i1.2085

Zuhriyandi, Z. (2023). Harmoni beragama dan pencegahan konflik: Perspektif moderasi menurut Al-Qur'an dan Alkitab. Moderatio: Jurnal Moderasi Beragama, 3(2), 218–232.

Zulkarnain, & Muhazir. (2025). Living together in difference: Enhancing intercultural communication through religious moderation in post-conflict Aceh. Muharrik: Jurnal Dakwah dan Sosial, 8(2), 49–65. https://doi.org/10.37680/muharrik.v8i2.7979

Unduhan

Diterbitkan

2026-09-30

Cara Mengutip

Lestari, A. D., Tumanggor, P. K., Jalil, A., Putri, D. A., Harahap, M., Anggraini, R., & Atika, A. (2026). Menumbuhkan Moderasi Beragama melalui Gebyar Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Mekar Sari Raya. Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(3), 4222–4229. https://doi.org/10.61253/abdicendekia.v5i3.1298

Terbitan

Bagian

Artikel

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama