Pemberdayaan Masyarakat Melalui Penanaman Tanaman Obat Keluarga di Padukuhan Konteng Kalurahan Sumberadi Kabupaten Sleman
DOI:
https://doi.org/10.61253/abdicendekia.v5i3.1135Kata Kunci:
Tanaman Obat Keluarga (TOGA), Pemberdayaan Masyarakat, Sosialisasi MasyarakatAbstrak
Program pemberdayaan masyarakat melalui penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dilaksanakan di Padukuhan Konteng, Kelurahan Sumberadi, Kabupaten Sleman, sebagai upaya meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keyakinan masyarakat dalam memanfaatkan tanaman obat untuk menjaga kesehatan keluarga. Kegiatan ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan edukatif yang meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Sosialisasi dilakukan melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, tanya jawab, serta pembagian bibit TOGA berupa jahe merah, kencur, kumis kucing, dan sereh. Pengumpulan data dilakukan menggunakan observasi, dokumentasi, serta kuesioner pre-test dan post-test yang dianalisis secara deskriptif untuk melihat perubahan tingkat pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat pada seluruh indikator yang diukur setelah mengikuti sosialisasi. Rata-rata skor total peserta meningkat dari 39,60 pada pre-test menjadi 43,52 pada post-test, dengan seluruh peserta berada pada kategori pengetahuan tinggi setelah kegiatan. Sebanyak 72% responden mengalami peningkatan skor individu, yang menunjukkan bahwa program edukasi dan pemberian bibit TOGA efektif dalam mendorong masyarakat untuk membudidayakan serta memanfaatkan tanaman obat keluarga secara mandiri. Kegiatan ini dapat mendukung pemanfaatan pekarangan rumah secara produktif sekaligus memperkuat kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan keluarga secara berkelanjutan.
Referensi
Arifah, R. H., dan Anshari, R. (2024). Tingkat Pengetahuan Ibu-Ibu PKK di Desa Glonggong tentang Rimpang Kencur (Kaempferia galanga L.) sebagai Pereda Batuk. JURNAL PENGABDIAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA, 5(2), 116-121. https://jurnal.usahidsolo.ac.id/index.php/TTG/article/view/1736/1255.
Firmansyah, M. A. R. (2024). Efektifitas Ekstrak Jahe Merah sebagai Imunomodulator Daya Tahan Tubuh dan Antioksidan. Maliki Interdisciplinary Journal, 2(11), 351-357. https://urj.uin-malang.ac.id/index.php/mij/article/view/10783/3334.
Harefa, D. (2020). Pemanfaatan hasil tanaman sebagai tanaman obat keluarga (TOGA). Madani: Indonesian Journal of Civil Society, 2(2), 28-36. https://ejournal.pnc.ac.id/index.php/madani/article/view/233.
Mutia, S., Mulatasih, E. R., dan Yulyuswarni, S. J. (2024) Uji Mutu Ekstrak Etanol Daun Kumis Kucing (Orthosiphon Aristatus (Blume) Miq) Quality Test of Ethanol Extract of Cat's Whisker Leaves (Orthosiphon aristatus (Blume) Miq). Journal of Pharmaceutical Sciences andTechnology, 1(1), 17-25. https://ejurnal.poltekkes-tjk.ac.id/index.php/pj/article/view/4796/2248.
Puspita, I., Sari, G. N. F., dan Indrayati, A. (2021). Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai Alternatif Pengobatan Mandiri. Jurnal Warta LPM, 24(3), 456-465.
https://journals.ums.ac.id/index.php/warta/article/view/11111/6838.
Santoso, S. B., Lutfiyati, H., dan Kusuma, T. M. (2021). Pemberdayaan potensi masyarakat melalui pengelolaan kebun tanaman obat keluarga. Community Empowerment, 6(3), 391-397. https://journal.unimma.ac.id/index.php/ce/article/view/4044.
Sari, S. M., dan Rasyid, T. A. (2019). Pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) pada masyarakat. Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3, 1-7. https://journal.unilak.ac.id/index.php/dinamisia/article/view/2833/1686.
Savitri A. (2016). Tanaman Ajaib Basmi Penyakit dengan TOGA (Tanaman Obat Keluarga) Mengenali Ragam dan Khasiat TOGA Meramu Jamu Tradisional/ Herbal dengan TOGA. Bibit Publisher, Depok.
Silalahi, M. (2020). Essential oil pada Cymbopogon citratus (DC.) Stapf dan bioaktivitasnya. Titian Ilmu: Jurnal Ilmiah Multi Sciences, 12(1), 7-13. https://journal.unuha.ac.id/index.php/JTI/article/view/538/321.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Frilia Lili Rahmawati, Namira Nasywa Ramadhina, Zahrani Puspita Dewi, Khalisa Ramadhani Prayogo, Angger Bagus Prasetiyo, Unggul Pamekas, Laurentius Oktavius, Ahmad Zidan Al Arif

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.

