Kontribusi Lembaga Keagamaan dalam Mengurangi Kesenjangan Sosial Berdasarkan SDGs 10 di Sumatera Utara
DOI:
https://doi.org/10.61253/abdicendekia.v5i3.1124Kata Kunci:
Lembaga Keagamaan, Kesenjangan Sosial, SDGs Tujuan 10, Solidaritas Sosial, Sumatera UtaraAbstrak
Kesenjangan sosial masih menjadi tantangan pembangunan di Sumatera Utara meskipun pertumbuhan ekonomi daerah terus berlangsung. Dalam masyarakat yang multireligius, lembaga keagamaan memiliki potensi strategis untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 10 mengenai pengurangan kesenjangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi lembaga keagamaan dalam mengurangi kesenjangan sosial serta mengidentifikasi bentuk kegiatan, persamaan nilai, perbedaan pendekatan, dan peluang kolaborasi antarlembaga keagamaan di Sumatera Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi komparatif dan perspektif sosiologi agama. Data diperoleh melalui wawancara dengan enam tokoh agama, observasi, dokumentasi, dan studi literatur, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, perbandingan temuan, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaga keagamaan memiliki kesamaan nilai berupa keadilan, kasih sayang, solidaritas, penghormatan terhadap martabat manusia, dan tanggung jawab sosial. Nilai-nilai tersebut diwujudkan melalui pemberdayaan ekonomi, bantuan pendidikan, pelayanan kesehatan, filantropi, bantuan sosial, dan penguatan solidaritas masyarakat. Meskipun bentuk program dan dasar ajarannya berbeda, seluruh lembaga keagamaan berkontribusi terhadap pengurangan kesenjangan sosial. Kontribusi tersebut dapat ditingkatkan melalui kolaborasi yang terencana antara pemerintah, lembaga keagamaan, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat.Referensi
Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara. (2023). Gini ratio Maret 2023 tercatat sebesar 0,309. Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara. http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/13000
Faganza, A. P., & Shoheh, R. (2023). Peran Sustainable Development Goals (SDGs) dalam mengurangi kesenjangan sosial di Indonesia [Working paper]. UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/13000
Fathoni, T. (2024). Konsep solidaritas sosial dalam masyarakat modern perspektif Émile Durkheim. Journal of Community Development and Disaster Management, 6(2), 129–147. https://doi.org/10.37680/jcd.v6i2.6402
Fitriani, F., Harahap, I., & Utari, T. (2020). Membangun relasi umat beragama pasca konflik agama di Tanjungbalai. Studia Sosia Religia, 3(1). https://doi.org/10.51900/ssr.v3i1.7670
Hasibuan, R. H., Alparizky, M., Gultom, A. N., Adelia, P., Asmelia, F., Margolang, D. P., & Naldo, J. (2024). Melawan Kemiskinan Melalui Peningkatan Umkm di Dusun Pancuran, Desa Buluh Telang, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat. Jurnal Akuntansi Hukum dan Edukasi, 1(2), 535–541. https://doi.org/10.57235/jahe.v1i2.3805
Hidayati, S. N., Nurhayati, & Haryanti, M. (2024). Analisis Zakat Sebagai Instrumen Redistribusi Kekayaan Untuk Mengurangi Kesenjangan Sosial. EKSYDA: Jurnal Studi Ekonomi Syariah, 5(1), 12–29. https://doi.org/10.51226/eksyda.v5i1.730
Kasyfurrahman, T. N., Azhari, A. G., & Hekmatiyar, E. S. (2020). Tapak Tilas Agama Khonghucu Di Indonesia Dan Korelasi Ajaran Wu-Chang Dalam Menjaga Integrasi Nasional. Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama, 15(1), 145–162. https://doi.org/10.24042/ajsla.v15i1.5790
Kementerian Agama RI. (2019). Al-Qur’an dan terjemahannya edisi penyempurnaan 2019. Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an.
Kristian, A. B. (2025). Keadilan sosial dan Injil: Memahami peran gereja dalam era ketidaksetaraan. Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen, 7(1), 13–35. https://doi.org/10.55076/didache.v7i1.382
Kuncono, O. S. (2025). Dao sebagai etika kebajikan dan kepribadian serta keharmonisan Khonghucu. Study Park of Confucius Journal: Jurnal Ekonomi, Sosial, dan Agama, 3(2), 1–20.
Lahuri, S. B., Syamsuri, Kamaluddin, I., & Wulandari, Y. (2021). The Role of Zakat and Waqf in Sustainable Development Goals (SDGs). Albukhary Social Business Journal, 2(2), 34–41. https://doi.org/10.55862/asbjV2I2a004
Lastriana, Y., Aulia, A. S., Aini, N. A., Ananda, W. R. S., & Tanjung, A. R. (2025). Kerukunan Antar Umat Beragama dalam Perspektif Hindu, Buddha, dan Konghucu. Edu Society: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sosial dan Pengabdian kepada Masyaraka, 5(3), 415–427. https://doi.org/10.56832/edu.v5i3.1886
Makhrus. (2018). Dinamika dan aktivisme filantropi Islam dalam pemberdayaan masyarakat. Litera.
Maulidha, N., Hidayat, R., & Muliana, H. (2024). Peran ekonomi Islam mengatasi kesenjangan sosial di Indonesia. Jurnal Dinamika Sosial dan Sains, 1(4), 367–372.
Munthe, R., Nasution, M. A., & Zamzila, K. (2024). Ajaran kemanusiaan agama Khonghucu dan Islam. Jurnal Lentera: Kajian Keagamaan, Keilmuan dan Teknologi, 22(1), 97–106.
Nasution, N. L., Lubis, D., & Faishal, M. (2024). Agama dan Perubahan Sosial Perspektif Mukti Ali (W. 2004 M). Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial, 5(3), 338–347. https://doi.org/10.38035/jmpis.v5i3.1990
Rahmadi. (2023). Metodologi penelitian agama berbasis 4 pilar filosofi keilmuan. Zahir Publishing.
Rahman, S. (2022). Menghadirkan Kesejahteraan Berbasis Rumah Tuhan: Penyuluhan Moderasi Beragama bagi Tokoh Lintas Agama Kemenag Bone bolango. Komunal Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(2), 53–58. https://doi.org/10.55657/kjpm.v1i2.32
Ramadhona, L., Salsabila, V. S., & Nurhaliza., S. (2023). Implementasi dana zakat dalam mengatasi kesenjangan sosial: Studi kasus BAZNAS Bengkalis. Najaha Iqtishod: Journal of Islamic Economic and Finance, 4(1), 1–15. https://doi.org/10.22437/jief.v4i1.24230
Rogahang, S. S. N. (2024). Agama dan kesejahteraan sosial. PT Indonesia Delapan Kreasi Nusa.
Sahir, S. H. (2021). Metodologi penelitian. Penerbit KBM Indonesia.
Sugata, A., Santoso, K., & Kabri. (2025). Peran dana dan kegiatan sosial Buddhis dalam membangun kesejahteraan spiritual bagi masyarakat modern. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 3(5).
Supit, K. M., Metuduan, O. R., & Metusala, Y. (2025). Usaha pastoral: Sunyi di balik kesenjangan ekonomi. Maleosan: Jurnal Interdisipliner Spiritualitas dan Pendampingan Keluarga, 1(2), 140–150.
Susanti, K. D., Oktaviana, D., & Kusuma, A. A. G. M. (2024). Implementasi ajaran Dharma dalam sistem ekonomi Pancasila. Maha Widya Duta, 8(2), 120–128.
Tamboto, S. A. (2025). Nilai universal dalam ajaran-ajaran agama besar dunia. Kompasiana. Kompasiana. https://www.kompasiana.com/stanleyalexsander8420/649840f208a8b563197e34c2/nilai-universal
United Nations. (2015). Transforming Our World: The 2030 Agenda for Sustainable Development (Resolution A/RES/70/1). United Nations. https://sdgs.un.org/2030agenda
United Nations Development Programme. (t.t.). Reduced Inequalities: Goal 10. United Nations. United Nations Development Programme.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Fikri Ahmadi, Jufri Naldo, Fitriani Fitriani

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.

