Hak Laki-Laki dalam Sistem Waris Matrilineal: Dialektika Antara Hukum Adat dan Hukum Islam

Penulis

  • Sugih Ayu Pratitis Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • M. Iqbal Irham Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Faisar Ananda Arfa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Nurasiah Nurasiah Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.61253/abdicendekia.v5i3.1003

Kata Kunci:

Hak Laki-laki, Hukum Adat, Hukum Islam, Matrelineal, Waris

Abstrak

Penelitian ini menganalisis kedudukan dan hak kewarisan laki-laki dalam sistem waris matrilineal pada konteks regional secara umum serta menjelaskan dialektika antara hukum adat dan hukum Islam dalam menentukan status, penguasaan, pengelolaan, dan pembagian harta. Penelitian menggunakan metode yuridis-empiris dengan pendekatan sosiologi hukum. Aspek yuridis dikaji melalui Al-Qur’an, Kompilasi Hukum Islam, konsep ‘urf, hukum adat, serta literatur pluralisme hukum. Aspek empiris dianalisis melalui sintesis sekunder terhadap penelitian lapangan yang dipublikasikan pada 2021-2026 mengenai komunitas matrilineal dan praktik kewarisan di beberapa wilayah Indonesia serta masyarakat Muslim matrilineal sebagai pembanding. Data dikumpulkan secara purposif dan dianalisis melalui pengodean tematik, perbandingan antarkasus, serta interpretasi sosio-legal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hak laki-laki tidak dapat diukur hanya dari kepemilikan formal atas harta komunal. Laki-laki dapat berkedudukan sebagai anggota garis ibu, paman maternal, ayah, suami, pengelola aset, pemegang otoritas adat, dan ahli waris individual. Setiap kedudukan melahirkan hak yang berbeda, yaitu hak milik, hak pakai, hak kelola, hak representasi, hak atas harta bersama, dan hak waris. Dialektika adat dan Islam terutama diselesaikan melalui kualifikasi asal-usul serta fungsi harta, musyawarah keluarga, mediasi tokoh adat dan agama, pelepasan hak secara sukarela setelah bagian hukum diketahui, dan penyelesaian peradilan. Harta komunal-genealogis dapat dipertahankan untuk keberlanjutan kelompok maternal, sedangkan harta individual, harta pencaharian, dan bagian pewaris dalam harta bersama lebih terbuka untuk dibagikan menurut hukum kewarisan Islam. Minangkabau digunakan secara terbatas sebagai salah satu contoh lokal, bukan sebagai representasi tunggal seluruh sistem matrilineal. Penelitian menyimpulkan bahwa harmonisasi yang adil memerlukan klasifikasi harta yang dapat dibuktikan, perlindungan persetujuan para pihak, serta pemisahan yang tegas antara kewenangan mengelola dan hak memiliki.

Referensi

Abubakar, A., Achyar, G., Khatimah, H., & Samad, S. A. A. (2023). The postponement of the implementation of inheritance distribution in the Seunuddon community, North Aceh in the lens of ‘urf theory and legal pluralism. El-Usrah: Jurnal Hukum Keluarga, 6(2). https://doi.org/10.22373/ujhk.v6i2.10207

Afnaini, A., & Syamsudin, M. (2022). Changes in the inheritance system of pusako tinggi assets and their impact on the Minangkabau traditional inheritance system. Prophetic Law Review, 4(2), 222-240. https://doi.org/10.20885/PLR.vol4.iss2.art5

Anggraeni, R. R. D. (2023). Islamic law and customary law in contemporary legal pluralism in Indonesia: Tension and constraints. AHKAM: Jurnal Ilmu Syariah, 23(1), 25-48. https://doi.org/10.15408/ajis.v23i1.32549

Aulia, F. N., Rato, D., & Susanti, D. O. (2025). The urgency of gender equality in Indonesian customary inheritance law: Review and comparison with other countries. Veteran Law Review, 8(1), 106-117. https://doi.org/10.35586/velrev.v8i2.10890

Bachri, S., Sudirman, Ramadhita, & Erfaniah. (2024). Contextualizing Islamic inheritance law in Indonesia: Addressing negative stigma. Ulul Albab: Jurnal Studi dan Penelitian Hukum Islam, 7(2), 39-61. https://doi.org/10.30659/jua.v7i2.35041

Basri, H., Miswar, A., Hasan, H., Pabbajah, M., & Khalik, S. (2022). Inheritance rights of women in Makassar society: A study of living Qur’an and its implications for Islamic law. Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam, 6(2), 537-555. https://doi.org/10.22373/sjhk.v6i2.13882

Djawas, M., Hasballah, K., Devy, S., Kadir, M. A., & Abda, Y. (2022). The construction of Islamic inheritance law: A comparative study of Islamic jurisprudence and the Compilation of Islamic Law. JURIS (Jurnal Ilmiah Syariah), 21(2), 207-219. https://doi.org/10.31958/juris.v21i2.7495

Elfia, E., Surwati, S., & Bakhtiar, B. (2023). The struggle of custom and sharia: Classic dilemma of inheritance settlement in Javanese and Minangkabau ethnic communities in Indonesia. Al-Istinbath: Jurnal Hukum Islam, 8(1), 75-94. https://doi.org/10.29240/jhi.v8i1.5480

Hasballah, K., Nurdin, R., Zainuddin, M., & Fahmi, M. (2021). Patah titi and substitute heirs: A study of legal pluralism on the inheritance system in Aceh community. AHKAM: Jurnal Ilmu Syariah, 21(2), 299-324. https://doi.org/10.15408/ajis.v21i2.22792

Hidayat, D., Hamdani, N. H. R., Afifa, V. A. N., & Taufik, R. R. (2024). Matrilineal heritage and interpersonal relationship among the indigenous people of Kampung Pulo. Jurnal Kajian Komunikasi, 12(1), 32-45. https://doi.org/10.24198/jkk.v12i1.50078

Hidayat, M. (2024). Islam, state, and local wisdom: An examination of widowhood inheritance law in Indonesia. Al-Qadha: Jurnal Hukum Islam dan Perundang-Undangan, 11(2), 312-327. https://doi.org/10.32505/qadha.v11i2.9518

Huda, M., Purnomo, A., Mun’im, A., Aminuddin, L. H., & Santoso, L. (2024). Tradition, wisdom and negotiating marriage and inheritance disputes on Javanese Muslim. Al-Istinbath: Jurnal Hukum Islam, 9(1), 25-44. https://doi.org/10.29240/jhi.v9i1.9887

Ilyas, I., Rani, F. A., Bahri, S., & Sufyan, S. (2023). The accommodation of customary law to Islamic law: Distribution of inheritance in Aceh from a pluralism perspective. Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam, 7(2), 897-919. https://doi.org/10.22373/sjhk.v7i2.15650

Iqbal, M. (2025). Gender relation in matrilineal kinship patterns in the outer island of Enggano, Bengkulu, Sumatera. Indonesian Journal of Social Science Education, 7(2), 208-219. https://doi.org/10.29300/ijsse.v7i2.11631

Ismail, I., Busyro, Nofiardi, Wadi, F., & Alwana, H. A. (2022). The contribution of ‘urf to the reform of Islamic inheritance law in Indonesia. Al-Risalah: Forum Kajian Hukum dan Sosial Kemasyarakatan, 22(2), 165-178. https://doi.org/10.30631/alrisalah.v22i2.1243

Jamburi, A., & Muhibbin, M. (2024). Matrilineal system mechanism for the distribution of inheritance rights. Jurnal Cakrawala Hukum, 15(2), 122-133. https://doi.org/10.26905/idjch.v15i2.15159

Kooria, M. (2023). When men get no share. Comparative Studies of South Asia, Africa and the Middle East, 43(2), 163-175. https://doi.org/10.1215/1089201X-10615635

Lowes, S. (2022). Kinship structure and the family: Evidence from the matrilineal belt (NBER Working Paper No. 30509). National Bureau of Economic Research. https://doi.org/10.3386/w30509

Malayudha, A. G., Sari, W., & Asiandu, A. P. (2023). Indonesian inheritance system based on Islamic law, civil code, matrilineal customs, and gender equality perspectives. SANGKéP: Jurnal Kajian Sosial Keagamaan, 6(1), 55-73. https://doi.org/10.20414/sangkep.v6i1.6286

Mutakabbir, A., Hastuti, H., & Rusdi, M. (2023). The system of inheritance distribution in South Sulawesi. Ijtihad: Jurnal Wacana Hukum Islam dan Kemanusiaan, 23(1), 57-76. https://doi.org/10.18326/ijtihad.v23i1.57-76

Nofialdi, N., & Rianti, S. (2024). The distribution of pusako randah property in Minangkabau society: Between cultural tradition and Islamic law provision. Mazahib, 23(1), 271-304. https://doi.org/10.21093/mj.v23i1.7257

Rasyid, A., Lubis, R. F., & Saleh, I. (2024). Contestation of customary law and Islamic law in inheritance distribution: A sociology of Islamic law perspective. Al-Ahkam, 34(2), 419-448. https://doi.org/10.21580/ahkam.2024.34.2.20843

Sholihah, H., Widiawati, N. N., & Awang Damit, M. K. N. (2024). Reinterpretation of justice in Islamic inheritance rights based on gender. Al-’Adalah, 21(1), 101-124. https://doi.org/10.24042/adalah.v21i1.21256

Sulfinadia, H., Roszi, J. P., Puspita, M., Fadli, A., & Ahmad Nadzri, A. (2026). Negotiating Islamic inheritance and customary law: Functional legal pluralism and matrilineal pusako randah in Minangkabau. Journal of Islamic Law, 7(1), 1-30. https://doi.org/10.24260/jil.v7i1.3743

Turnip, I. R. S., Ningsih, S., Nurhayati, N., & Lubis, R. F. (2024). Kinship system and its influence on Islamic inheritance law in Indonesia. Jurnal Akta, 11(1), 26-49. https://doi.org/10.30659/akta.v11i1.33673

Yusmita, Y., Sitorus, I. R., Shesa, L., Rachman, E. S., & Sa’adah, S. L. (2025). Legal pluralism and the transformation of Islamic inheritance law: A study of Sasak customary practices in Indonesia. Al-Istinbath: Jurnal Hukum Islam, 10(2), 831-852. https://doi.org/10.29240/jhi.v10i2.12500

Zahra, N. I., Miswardi, M., Gunawan, N. F., Doni, M., & Iskandar, M. Y. (2025). Transforming matrilineal traditions: The role of ulama in reforming Minangkabau customary inheritance law. Hakamain: Journal of Sharia and Law Studies, 4(1), 113-126. https://doi.org/10.57255/hakamain.v4i1.1373

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-16

Cara Mengutip

Pratitis, S. A., Irham, M. I., Arfa, F. A., & Nurasiah, N. (2026). Hak Laki-Laki dalam Sistem Waris Matrilineal: Dialektika Antara Hukum Adat dan Hukum Islam. Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(3), 3086–3102. https://doi.org/10.61253/abdicendekia.v5i3.1003

Terbitan

Bagian

Artikel